Polisi Tangkap Terduga Pengeboman Ikan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – AR, seorang nelayan asal Desa Labuan Pade, Kecamatan Utan, ditangkap anggota Polair Polres Sumbawa, Senin, 27 Februari 2017 sekitar pukul 16.00 Wita. Nelayan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini, ditangkap di sekitar perairan Alas diduga usai melakukan pengeboman. Dari tanggannya polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa bahan yang diduga untuk membuat bom ikan, dan sejumlah ikan hasil pengeboman.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, S.IK kepada wartawan, Selasa, 28 Februari 2017 menyatakan, berawal dari patroli rutin yang dilakukan anggota Polair di sekitar Pelabuhan Badas menuju perairan Alas.

Baca juga:  Dua Terduga Pelaku Curas Ditangkap Polisi

Dalam hal ini ditemukan dua orang nelayan yang diduga melakukan pengeboman di perairan setempat. Melihat adanya anggota yang mendekat, satu orang nelayan langsung melarikan diri, sementara satu nelayan lainnya berhasil ditangkap. “Satu orang berhasil ditangkap, dan satu orang lainnya berhasil kabur,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, di perahu nelayan berinisial AR tersebut, pihaknya berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti. Berupa ikan hasil tangkapan, kemudian barang yang diduga sebagai bahan pembuat bom ikan, sebuah serok dan korek api yang berceceran. Yang bersangkutan bersama barang bukti kemudian dibawa ke Polres Sumbawa untuk proses lanjut.

Baca juga:  Progres Bariri Nelayan Dinilai Paling Lambat

“Yang bersangkutan kita amankan. Dan saat ini sudah ditahan di Polres,” tukasnya.

Kedepannya, kata Kapolres, guna menjaga perairan di wilayah Sumbawa, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa.

“Mungkin perlu dukungan dari Dislutkan untuk sama-sama kita patroli. Karena sarana prasarana kita minim. Supaya masyarakat tidak lagi melakukan pengeboman ataupun menangkap ikan secara ilegal,” pungkasnya. (ind)