Pemboman Ikan Diduga Marak di Pulau Ular

Bima (Suara NTB) – Wilayah Kecamatan Wera diduga rawan terjadi pemboman ikan. Pemda dan aparat terkait diminta untuk serius mengawasi dengan ketat, terutama di sekitar wilayah destinasi wisata pulau ular yang berada di Desa Pai.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, aktivitas pemboman ikan di daerah sekitar diduga dilakukan oleh warga atau nelayan dari luar desa. Hal ini membuat masyarakat desa setempat resah.

Camat Wera, H. M. Ridwan membenarkan adanya aktivitas tersebut. Hanya saja setelah pihaknya turun ke lapangan bersama Sat Pol PP dengan Mapolsek justru tidak ada aktivitasnya sehingga petugas sulit menangkap oknum-oknum itu.

Baca juga:  Curi Motor Teman Sendiri Demi Sabu dan Judi

“Memang sangat meresahkan, apalagi aktivitas ini dilakukan disekitar pulau ular yang merupakan kawasan destinasi wisata,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin, 13 Februari 2017.

Terkait hal itu, Camat meminta masyarakat setempat yang melihat adanya aktivitas tersebut, segera melaporkan kepada pihaknya atau Mapolsek Wera agar bisa diproses dan ditindaklanjuti.

Terpisah Komandan Satuan (Dansat) Pol PP Kabupaten Bima, H. Sumarsono SH, MH mengakui wilayah kecamatan Wera merupakan salah satu lokasi yang rawan pemboman ikan.

“Memang di wilayah ini kerap terjadi aktivitas pemboman ikan dan menjadi wilayah pemantauan kami,” ujarnya.

Baca juga:  Karyawan Subkontraktor Curi Meteran Listrik Pelanggan

Diakuinya, selain di wilayah timur termasuk Kecamatan Wera, Sape dan Lambu, pemboman ikan juga rawan terjadi di wilayah Selatan, seperti Langgudu dan Utara seperti Soromandi dan Ambalawi Kabupaten Bima.

“Baru beberapa kecamatan itu yang terindektifikasi rawan pemboman ikan,” ujarnya.

Diakuinya untuk menghentikan aksi tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian/TNI serta SKPD terkait untuk melakukan dan menggelar operasi gabungan. Pasalnya dalam mengungkap kasus tersebut diperlukan kerjasama pihak terkait.

“Yang jelas kita akan sikapi dengan serius,” ujarnya. (uki)