BKSDA Canangkan Ekowisata Penyu di Lombok

Mataram (suarantb.com) – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB, Widada menyatakan rencana pengembangan ekowisata berbasis penyu di Lombok. Demikian disampaikannya pada suarantb.com, Sabtu, 28 Januari 2017.

“Lombok kan sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata. Maka perlu kiranya dilakukan upaya pengelolaan penyu untuk mendukung pengembangan wisata melalui ekowisata berbasis penyu,” ungkapnya.

Ekowisata berbasis penyu ini akan menyediakan berbagai kegiatan yang tak lepas dari penyu. Dimulai dari berkemah, mengamati bagaimana penyu bertelur, relokasi dan penanaman telur penyu dalam sarang semi alami, pengamatan saat-saat telur penyu menetas dan diakhiri dengan pelepasan anak penyu ke laut. Kesempatan berfoto bersama penyu tentu tidak bisa dilupakan.

Baca juga:  Peserta Rakernas MUI Betah Tinggal di NTB

“Kita akan ajak pemerintah kabupaten/kota di NTB, para pelaku wisata dan stakeholders terkait untuk berperan serta dalam acara ini. Sebagai upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam pelestarian penyu,” imbuhnya.

Di wilayah NTB sendiri jumlah populasi penyu masih terbilang banyak. Hanya saja pencegahan perburuan penyu harus tetap dilakukan. “Masyarakat juga harus ikut menjaga. Makanya iklan obat kuat yang pakai penyu itu tolong dikurangi lah,” pintanya.

Baca juga:  Labuan Jambu Teluk Saleh, Titik Labuh Baru yang Membuat Yachter Terkesan

Dijelaskan Widada, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan sejumlah hotel untuk melakukan pelestarian penyu di NTB. Salah satunya yang berhasil dilakukan oleh Gili Nanggu Resort Sekotong. Yang kemudian dilepas kemarin, Jumat, 27 Januari 2017 di Pantai Senggigi bertepatan dengan kedatangan Menteri BUMN RI, Rini M Soemarno. Berjumlah 30 ekor penyu sisik. (ros)