Kasus Pengerukan Pasir Pantai, Polisi Undang Saksi Ahli

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penyidik Satreskrim Polres Sumbawa tengah menyelidiki adanya dugaan pengerukan pasir laut oleh sebuah perusahaan yang terjadi dilakukan di pesisir pantai Kecamatan Alas Barat. Polisi berencana memeriksa saksi ahli dari Dinas Kelautan dan Perikanan, menyusul dilakukannya gelar perkara, Selasa, 22 November 2016.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH, SIK kepada wartwan menyebutkan, pemeriksaan saksi ahli ini guna mengetahui ada atau tidaknya kesalahan dari pihak perusahaan terkait pengerukan yang dilakukan. Adapun saksi ahli yang dimintai keterangan yakni dari Dislutkan dan Distamben. Di mana Dislutkan mengenai dugaan pengerusakan pantai, dan Distamben mengenai izin galian C dari perusahaan tersebut.

“Jadi dari saksi ahli dari dinas tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain keterangan ahli, pihaknya juga akan memintai keterangan saksi lainnya. Baik kepala desa, maupun sopir truk yang mengangkut pasir yang dikeruk. Mengingat diduga pasir tersebut dijual secara ilegal oleh perusahaan tersebut. “Kasus ini penanganannya sudah ditarik ke Polres. Nantinya penanganannya dilakukan secara bersama-sama dengan Polsek Alas Barat,” tukasnya.

Saat ini, sambung Kasat Reskrim, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Mengingat pihaknya harus mengetahui lebih jelas yang terjadi. Pihaknya juga masih perlu meminta surat kelengkapan yang dimiliki pihak perusahaan. Terlebih belum ada pengakuan dari PT Lapindo kepada pihaknya mengenai dugaan pengerukan pasir tersebut.

“Kan kita masih minta surat kelengkapan yang dimiliki perusahaaan. HGU-nya harus kita tanya. Kalau perusahaan itu punya HGU dia boleh ndak mengelola daerah situ. Makanya kita mau nanya dinas kelautan,” pungkasnya.

PT Lapindo yang merupakan perusahaan tambak udang di Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, dipolisikan masyarakat beberapa waktu yang lalu. Diduga perusahaan tersebut melakukan pengerusakan lingkungan. Dengan cara melakukan pengerukan, penumpukan, dan penggunaan pasir laut.  (ind)