Masuk Musim Kemarau, NTB Masih Berpotensi Turun Hujan

Mataram (suarantb.com) – Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kediri Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno mengatakan, wilayah NTB kini telah resmi dinyatakan memasuki musim kemarau. Ia mengatakan sebelum menentukan cara penanggulangan kekeringan seharusnya pemerintah daerah mengetahui terlebih dahulu  jenis kekeringan yang terjadi di NTB.

“NTB sekarang sudah positif mengalami kemarau. Tapi permukaan air laut di NTB itu masih hangat.  Jadi masih ada hujan,” ujarnya ketika dikonfirmasi  suarantb.com di Mataram, Rabu, 14 September 2016.

Luhur mengklasifikasikan jenis kekeringan ada empat. Yakni kekeringan meteorologis, hidrologis, pertanian, dan menghasilkan bencana. Kekeringan yang sering dipahami oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah kekeringan menimbulkan bencana.

Baca juga:  Mundur, Prakiraan Awal Musim Hujan di NTB

“Jadi kekeringan yang mengakibatkan bencana maka itu yang dimaksud BPBD itu sendiri,” ujarnya.

Luhur mengklasifikasikan kekeringan berdasarkan hari tanpa hujan. Ia menjelaskan BMKG memprediksikan pantauan daerah mana saja yang mengalami hari tanpa hujan kurang dari 30 hari dan lebih dari 60 hari.

Daerah yang terkena hari tanpa hujan lebih dari 60 hari ada dua daerah yaitu wilayah kecamatan Jerowaru dan Kabupaten Bima. “Daerah yang mengalami kekeringan 60 hari ke atas adalah Jerowaru dan Pajo kabupaten Bima,” sebutnya.

Baca juga:  Satelit BMKG Pantau Puluhan Titik Panas di NTB

Sementara untuk wilayah yang mengalami hari tanpa hujan 30-60 hari adalah Manggalewa, Terara,  Moyo Hilir, Sekarbela, Aikmel, Sape dan Moyo Utara. “Daerah tersebut sudah mengalami hari tanpa hujan sejak 31 sampai 60 hari . Daerah yang akan mengalami tidak hujan selama 60 hari lebih yaitu Pajo, sama Jerowaru,” tambahnya.

Luhur mengatakan berdasarkan hasil rapat di Jakarta belum lama ini,  musim penghujan di NTB akan mulai pada awal November, “Untuk perkiraan awal musim hujan BMKG Menetapkan untuk NTB pada awal September, terus ada November dua, tiga dan Desember satu,” paparnya. (ism)