Warga Keluhkan Lokasi TPS Dekat Pemukiman

Mataram (suarantb.com) – Bau tak sedap di sekitar area pembuangan sampah mengganggu kenyamanan warga sekitar. Dari jarak sekitar 100 meter dari tempat pembuangan sementara (TPS) Lawata, Kelurahan Gomong dan tumpukan sampah di Jalan Panjitilar bau busuk dapat tercium.

Salah seorang pengunjung ruko tak jauh dari TPS Lawata, Novi mengatakan tak seharusnya tempat pembuangan sampah tersebut berada di sana.

“Di sini kan lokasi yang ada banyak ruko-ruko, juga banyak pedagang makanan, kan jadi hilang nafsu makan kalau ada bau busuk,” keluhnya pada suarantb.com, Selasa, 12 Juli 2016.

Ia mengatakan seharusnya tempat pembuangan sampah tak berada di area padat penduduk. Hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan menjadi sarang penyakit.

Jika lokasi pembuangan sampah berada dekat dengan pemukiman penduduk, maka harus dilakukan penanganan atau pengangkutan ekstra oleh pemerintah. Petugas sampah dari Gomong, Muhsin menyampaikan sampah tersebut seharusnya diangkut setiap hari secara maksimal. “Kadang-kadang sampahnya sampai penuh di bagian luar juga, mobil pengeruk sampah itu juga sering rusak,” terangnya.

Muhsin menyampaikan setiap hari petugas Dinas Kebersihan Kota Mataram selalu mengangkut sampah di lokasi tersebut. Akan tetapi, bau busuk tetap menyengat yang berasal dari sampah-sampah yang tak terangkut.

TPS seharusnya dipindahkan. Menurutnya TPS tersebut terlalu dekat dengan pemukiman penduduk dan tempat peribadatan. “Banyak orang yang tinggal di dekat sini, juga ada masjid di sebelahnya. Mungkin sebaiknya pembuangan sampah tidak di sini, tapi agak jauhlah sedikit,” tandasnya. (rdi)