Petani Harus Mampu Paham Situasi Iklim

Selong (Suara NTB) – Belasan kelompok tani di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengikuti Sekolah Lapang Iklim (SLI). Melalui kegiatan itu, para petani diharapkan mampu memahami situasi iklim supaya dapat meningkatkan produksi pertanian dan menghindari kerugian.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo, MSc., mengatakan, SLI tersebut sebetulnya merupakan wadah belajar bersama baik dari BMKG maupun dari kelompok tani. Di mana, BMKG menyiapkan informasi iklim, tapi informasi iklim ini lebih bermanfaat apabila dimanfaatkan oleh pengguna informasinya dalam hal ini adalah petani.

“SLI ini perlu dilakukan untuk mengamati kondisi iklim dalam melaksanakan kegiatan pertaniannya, tentunya dengan menerapkan ilmu yang didapatkan dalam peningkatan produktivitas pertaniannya,” jelasnya dalam panen raya SLI di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur, Rabu, 12 Juli 2017.

Baca juga:  APTI Tolak Pernyataan Kadis Perindustrian NTB Soal Larangan Tanam Tembakau

Ditegaskannya, SLI sangat penting dilakukan agar produksi pertanian para petani terus meningkat. Terlebih Kabupaten Lotim merupakan daerah yang surplus pangan, sehingga prestasi itu dapat dipertahankan supaya surplus pangan dapat dimanfaatkan untuk provinsi NTB dan dapat menopang ketahanan pangan nasional.

Sedangkan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menyebut jika kondisi iklim sangat penting untuk dipelajari dan diketahui oleh para petani untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Lotim. Apabila tidak diketahui, akan berdampak langsung terhadap pertanian petani seperti yang terjadi pada tanaman tembakau akibat perubahan iklim yang terjadi.

Baca juga:  APTI Tolak Pernyataan Kadis Perindustrian NTB Soal Larangan Tanam Tembakau

“Bila sudah begitu, tidak hanya tanaman tembakau saja yang stres, tetapi para petani tembakau juga ikut stres,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat bersyukur ditempatkannya SLI di Kabupaten Lotim, karena dapat memberikan pemahaman kepada para petani akan kondisi iklim, sehingga dapat menyiapkan diri maupun mengantisipasi perubahan iklim yang sewaktu-waktu terjadi. (yon)