Gelar Lombok Vape Fest, AVATAR Catat Sejarah

Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Vape Store Nusa Tenggara (AVATAR), akan menggelar festival bertajuk Lombok Vape Fest (LOVE) 2017, di Hall Mataram Mall 2, Mataram, 8-9 Juli 2017. Kegiatan ini menandai babak baru dalam sejarah perkembangan vape di NTB. Sebab, inilah festival vape pertama yang digelar di NTB.

Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan vape atau yang akrab dikenal dengan sebutan rokok elektrik ini akan menyuguhkan berbagai macam produk maupun perlengkapan untuk menikmati vape.

“Nantinya macam-macam vape maupun segala kelengkapannya akan kami hadirkan di bazar. Jadi para penggemar vape, akan lebih mudah mencari segala kebutuhannya,” kata Ketua Penyelenggara LOVE 2017 Fuad Prasetyo di Mataram, Kamis, 6 Juli 2017, seperti dikutip dari antaranews.

Selain bazar, pihak penyelenggara dalam kegiatannya juga akan memberikan edukasi dari penggunaan vape. Karena itu, bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh tentang pengganti rokok tembakau ini, pastinya akan menyesal jika tidak hadir.

“Ini yang paling penting, edukasi tentang vape,” ucap Fuad. Menariknya lagi, para pengunjung dalam acara ini dapat berburu perlengkapan vape sembari menikmati “live music” yang akan disuguhkan pihak penyelenggara.

Untuk menambah keseruan dari acara yang diselenggarakan AVATAR ini, pihak penyelenggara menyiapkan “game” hiburan dengan berbagai macam hadiah menarik.

Agar lebih memeriahkannya, kesempatan dibuka bagi para “vapers” (penggemar vape) untuk bersaing dalam “vape trick competition” dan “cloud chaser competition” yang akan langsung dipertunjukkan di hadapan para pengunjung.

“Kompetisi yang akan kami selenggarakan dalam acara ini gratis buat siapa saja yang mau ikut,” ujar Fuad yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua AVATAR ini.

Bahkan untuk lebih meramaikan acaranya, pihak penyelenggara turut mengundang “vapers community” yang sudah menjamur di Lombok.

“Komunitas ‘vapers’ yang kami ajak untuk ikut bergabung dalam acara ini diantaranya ada Therion DNA Indonesia Lombok Chapter dan Lombok Vapers Community, semua dari Lombok,” katanya.

Ide mengadakan kegiatan ini tercetus dari keinginan asosiasinya untuk memperjelas keberadaan vape yang kian populer di kalangan anak muda, khususnya di Pulau Lombok. Karena sejak mulai menjadi tren di tahun 2005 silam, masih banyak serba-serbi terkait Vape yang belum diketahui oleh masyarakat luas.

Edukasi menyangkut vape dianggap sebagai hal yang penting untuk dilakukan. Sebab, tidak sedikit kesalahpahaman tentang vape yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satunya, terkait e-liquid (cairan) vape yang dituding mengandung narkotika.

Fuad menegaskan, informasi semacam itu merupakan salah satu hal yang perlu diluruskan. Sebab, menurut Fuad dan rekan-rekannya, e-liquid vape pada dasarnya terbuat dari minyak tumbuhan yang bukan tergolong dalam narkotika.

Kabar yang mengatakan bahwa e-liquid vape mengandung narkotika itu, menurutnya hanya ulah dari sebagian oknum yang sengaja ingin menghancurkan reputasi pengganti rokok tembakau ini di pasar Tanah Air.

“E-liquid yang sebenarnya terbuat dari bahan yang sama seperti dipakai untuk pembuatan makanan olahan dan bisa dikatakan aman untuk dikonsumsi,” ucapnya. (aan)