Surfing, Cara Lain Menikmati Keindahan Ombak

Mataram (Suara NTB) – Pulau Lombok dikelilingi gugus pantai yang indah dan menawan. Frekuensi ombak di pantai – pantai daerah ini tergolong lebih tinggi ketimbang daerah lain. Atraksi surfing menjadi cara lain menikmati keindahan ombak di pantai  – pantai yang mengelilingi pulau seribu masjid ini.

Sebagai salah satu wahana surfing terbaik dunia, frekuensi, kualitas dan kriteria ombak di pulau ini dinilai lebih unggul ketimbang ombak di kepulauan Hawai. Gelombang air laut yang relatif stabil membuat Pulau Lombok berombak sepanjang tahun. Di Hawai, gulungan ombak hanya muncul dalam jangka waktu enam bulan.

2

Maulana Said Baadilla ketika berselancar di punggung ombak Pantai Senggigi Lombok Barat.

Sensasi surfing rasanya lebih nikmat di pesisir pulau lombok. Demikian pengakuan sejumlah pemain surfing (surfer) lokal maupun penikmat olahraga surfing dari luar negeri. Kenikmatan olahraga surfing diperoleh, sebab Pulau Lombok memiliki ombak kiri terbaik di dunia. Surfer asing (bule) memberi julukan “the best left surf in the world” terhadap sejumlah lokasi surfing di daerah ini.

“Enaknya surfing itu ya ketika kita berdiri di atas ombak. Di situ titik kenikmatan dari sensasi yang dicari para surfer,” kata Ebong, pemain surfing dari Lombok Surfing Community, Jumat, 11 November 2016 lalu.

Aktivitas surfing di daerah ini diakui sedang menggeliat. Banyak pemuda lokal mulai tertarik belajar bermain surfing. LSC (Lombok Suring Community) berperan sebagai lembaga yang membina dan mengayomi surfer – surfer muda itu. Harapannya, suatu saat pemain surfing lokal yang dibinanya mampu mengambil peran sebagai surfing guide.

“Surfing ini kan merupakan olahraga yang sering dikompetisikan pada tingkat dunia. Selain kita mengasah keterampilan anak – anak muda untuk menjadi surfing guide, paling tidak kita tumbuhkan surfer yang siap tampil dalam kejuaraan,” imbuhnya.

3

Salah satu surfer menjajaki ombak di pantai selatan lombok wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Hal itu senada dengan penuturan Kimen, seorang surfer yang sering memberikan pelatihan kepada anak muda di Lombok Tengah. Surfer yang satu ini bahkan telah mengelola sekolah surfing demi menumbuhkan minat dan bakat anak muda untuk bermain selancar.

“Di Kute (Lombok Tengah), kita sudah bangun sekolah surfing. Tujuannya untuk mewadahi dan bergerak meningkatkan keterampilan bermain surfing,” katanya.

Atraksi yang satu ini memiliki prospek yang lumayan menjanjikan, jika dikembangkan menjadi paket pariwisata. Banyak gugus pantai di kawasan tersebut dijadikan surga oleh para surfer. Alasannya, selain kriteria ombaknya yang bagus, pemandangan alam di wilayah tersebut juga sangat menakjubkan.

 

Sampah Plastik

Para surfer andal di daerah ini mengeluhkan tentang saratnya sampah plastik yang hanyut di pesisir. Sampah tersebut menjadi perusak suasana keindahan alam yang benar – benar memukau di kawasan objek wisata koridor lima ini.

4

Pemain surfing menikmati ombak kiri sambil mempertahankan keseimbangan diatas papan selancar

“Sampah plastik paling menganggu kenikmatan. Kita akui keindahan objek wisata bahari

di pulau ini benar – benar indah. Sampah yang berjejal di lautan menjadi ancaman terhadap kemajuan pariwisata kita,” kata Kimen.

Sebagai pelaku pariwisata, dirinya menyarankan agar segenap warga NTB tidak lagi membuang sampah ke lautan mapun sungai. Alasannya, selain mengurangi keunggulan potensi pariwisata, membuang sampah ke sungai juga dapat merusak ekosistem mahluk yang hidup di perairan.

“Saran saya, ya masyarakat harus dituntun agar tidak lagi membuang sampah ke laut atau bahkan sungai. Membuang sampah di sungai juga nanti ujungnya sampah kita terseret ke laut,” tegasnya.

Gerakan penyadaran lingkungan yang bertujuan memengaruhi masyarakat, agar tidak lagi membuang sampah sembarangan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini tidak hanya demi mengamankan kepentingan para penikmat ombak dengan bermain surfing. Namun, hal tersebut menjadi kepentingan bersama yang sifatnya demi menjaga kelestarian alam untuk kepentingan hidup masyarakat dalam jangka panjang.

5

Beberapa surfer memacu adrenalin dengan bermain surfing di lokasi surfing yang tersembunyi, kawasan Lombok Tengah.

“Gerakan – gerakan penyadaran seperti harus dilakukan dengan massif. Sebab, kasihan anak cucu kita kedepannya. Itu kalau kita bicara jangka panjang. Kalau dampak jangka pendek, paket wisata surfing ini tidak akan jalan kalau masyarakat terus – terusan dibiarkan membuang sampah ke lautan,” bebernya.

 

Memacu Adrenalin

Olahraga merupakan salah satu sarana menguji keberanian dan memacu adrenalin. Olahraga berat yang satu ini membutuhkan tenaga yang ekstra. Selain itu, seorang surfer dituntut pandai berenang.

“Keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh surfer ya berenang. Selain itu, kita belajar mempertahankan keseimbangan tubuh dan menguasai beragam trik memainkan papan surfing,” jelas Maulana Said Baadilla, salah satu pemain surfing di Pulau Lombok, ketika ditanya Sabtu (12/11).

6

Surfer asal KLU menikmati sensasi surfing pada lintasan ombak dengan gelombang yang tinggi.

Surfer yang sedang menyelesaikan studi akademik di Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) ini, hobi bermain surfing sejak duduk di bangku SMA. Maulana menyebutkan, banyak objek wisata pantai di Pulau Lombok ini belum tergarap secara maksimal sebagai destinasi surfing.

“Kalau di Bali, begitu ada potensi para pelaku pariwisatanya merespons kebutuhan wisatawan dengan cepat. Pemerintahnya juga cermat dan menaruh kepedulian yang lebih terhadap potensi kepariwisataan,” bebernya.

Surfer yang satu ini telah menjajak hampir seluruh spot wisata surfing yang tersembunyi di daerah ini. Sayangnya, spot – spot yang belum diketahui banyak orang itu tidak pernah disentuh dan digarap menjadi objek wisata.

“Di Lombok ini banyak tempat – tempat surfing yang indah. Lokasinya sedikit tersembunyi. Sayangnya, tempat – tempat seperti itu belum tergarap,” tuturnya.

Padahal, lokasi – lokasi seperti sering dijadikan tujuan utama oleh para peselancar. Lokasi – lokasi surfing yang indah namun tersembunyi itu memiliki daya tarik yang lebih tinggi ketimbang spot – spot yang konvensional bagi para wisatawan. (met)