Beranda Headline Sejumlah Wilayah di Lobar Endemis DBD

Sejumlah Wilayah di Lobar Endemis DBD

Puskesmas Sekotong  melakukan fogging untuk penanganan penyebarluasan nyamuk penyebab DBD. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah wilayah di Lombok Barat (Lobar) menjadi endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya tiap tahun di sejumlah daerah ini ditemukan kasus dalam jumlah besar. Beberapa daerah yang menjadi endemis tersebut di antaranya Kuripan dan Gerung. Tahun lalu, dari 73 kasus DBD ditemukan paling banyak di dua daerah ini.

“Sebetulnya yang endemis DBD itu, hampir tiap tahun ada kasus DBD yakni Gerung dan Kuripan,” aku Kabid Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( P2PL ) pada Dikes Lobar, Faisal Sirajudin SKM.,MM., belum lama ini.

 Dijelaskan, dua daerah ini hampir tiap tahun ada kasus DBD jumlahnya pun tinggi. Kalau diambil patokan temuan kasus tahun 2019, paling tinggi daerah Kuripan dan Gerung. Termasuk temuan kasus awal tahun ini, penderita berasal dari dua kecamatan tersebut. Menurut dia, hal ini dipicu beberapa faktor, di antaranya kondisi lingkungan kurang bagus, sanitasi buruk, banyak sampah dibuang sembarangan.

Untuk penanganan daerah endemis DBD ini, pihak Dikes melakukan upaya-upaya di antaranya menyebarluaskan instruksi bupati pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada semua kecamatan dan puskesmas. Lalu tim gerak cepat Dikes dan puskesmas langsung turun melakukan penanganan ketika menemukan kasus DBD. Pihak Dikes melalui Tim Promosi Kesehatan dan puskesmas juga menggalakkan penyuluhan tentang upaya penanggulangan penyakit DBD. “Lalu penggerakan dan pemantuan pelaksanaan PSN secara serentak,lalu penyelidikan epidemologi,” jelas dia.

Dikes bersama puskesmas juga melakukan pemantauan jentik secara berkala dan fogging di daerah terjangkit DBD. Pihaknya juga menggalakkan melalui penyuluhan, pemutaran film, iklan, famphlet dan poster. Lebih jauh menurut dia, upaya penanganan DBD ini tidak bisa dilakukan Dikes sendiri, namun harus sinergi dengan OPD untuk mendorong desa menggalakkan gotong royong.

Diketahui, bulan Januari ini ada temuan DBD yang diklaim Dikes sebanyak 19 kasus.Pada periode yang sama tahun lalu mencapai 73 kasus. Dari 19 kasus DBD yang ditemukan terbanyak di Kuripan sebanyak 10 kasus dan Gerung 9 kasus. Sedangkan catatan Rumah Sakit Tripat terdapat 38 pasien DBD yang ditangani. Puluhan penderita DBD ini berasal dari Gerung sebanyak12 orang, Dasa Tapen 4 orang, Kediri  1 orang, Kuripan sebanyak 14 orang, Jakem 3 orang dan 4 orang.  (her)