Bayi Tujuh Bulan di Bima Alami Gizi Buruk

Aqilah Ramadhani, bayi berusia tujuh bulan mengalami gizi buruk dan dirawat di RSUD Sondosia Bima, Kamis, 9 Januari 2020.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Seorang bayi warga Desa Kananga Kecamatan Bolo yang bernama Aqilah Ramadhani diduga mengalami gizi buruk. Pertumbuhan anak berusia tujuh bulan itu tidak normal selayak anak-anak seusiannya.

Bayi perempuan dari pasangan suami istri, M. Saleh dan Itam tersebut, kini tengah dirawat intensif di sal anak RSUD Sondosia Bima sejak hari Senin, 6 Januari 2020.

Dokter Spesialis anak RSU Sondosia, dr. Sri Maya membenarkan ada seorang bayi berusia 7 bulan mengidap gizi buruk. Saat ini, kata dia, bayi tersebut tengah dirawat di ruang zaal anak RSUD Sondosia. “Sejak dari Seni kemarin kita tangani dan berikan tindakan. Kondisinya letargis (lemes) dan diare,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 9 Januari 2020.

Menurutnya dia, saat ini pasien tersebut masih dalam fase transisi. Yakni diberikan terapi dengan susu formula khusus gizi buruk. Tujuannya untuk menaikkan berat badan dan multivitamin.

Sri Maya mengatakan, berat badan pasien gizi buruk tersebut hanya 4,4 kilogram dengan tinggi badan 62 cm. Pertumbuhannya masih jauh dari ideal, karena seorang bayi berusia 7 bulan ideal berat badannya mencapai 6,5 kilogram.

“Sejauh ini kondisinya stabil dan berespon baik dengan terapi yang kita berikan.  Begitupun juga dengan diarenya sudah teratasi,” katanya.

Selain memberikan tindakan, Sri Maya mengaku pihaknya sedang menelusuri juga penyebab pasien mengalami gizi buruk. Apakah gizi buruk yang dialami karena kurang pemberian ASI atau pola makan yang salah.

“Kita masih telusuri penyebabnya. Tapi mudah-mudahan kembali normal dan tetap berespon baik dengan terapi medis dan susu formula yang kita berikan,” ujarnya.

Sementara Ibu kandung Aqilah, Itam mengaku tidak mengetahui kondisi anaknya menderita gizi buruk. Karena sebelum dibawa dan ditangani tim medis RSUD Sondosia, anaknya mengalami mancret dan demam. “Saya berpikirnya hanya mancret dan demam biasa saja. Tidak tahu alami gizi buruk,” katanya.

Ia mengaku, proses kelahiran anaknya tersebut dalam kondisi tidak normal atau prematur, berat badannya juga hanya mencapai 2,4 kilogram. Dengan kondisi itu Ia berharap anaknya kembali sehat dan tumbuh normal. (uki)