Beranda Gaya Hidup Kesehatan Dikeluhkan, Dewan Sidak Pelayanan Dasar RSUD

Dikeluhkan, Dewan Sidak Pelayanan Dasar RSUD

0
13
Komisi II dan Komisi III DPRD KLU saat sidak di RSUD Tanjung, Selasa 7 Januari 2020 (Suara NTB/Ari)

Tanjung (Suara NTB) – Komisi II dan Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruang rawat inap RSUD KLU. Hal itu dilakukan menyusul munculnya keluhan pelayanan dasar di RSUD sementara tersebut.

Kalangan DPRD yang turun sidak antara lain, Ketua Komisi III DPRD KLU, Artadi, S.Sos., Wakil Ketua Komisi II, Hakamah, S.KH., Hj. Galuh Nurdiyah, S.Pd., dan Nurhardin, S.Ag.

Pantauan koran ini, pelayanan RSUD (sementara) KLU yang berada di Terminal Tanjung berjalan normal. Hanya saja, optimalisasi prasarana yang menunjang kenyamanan pasien dan keluarga menjadi sorotan.

Perlengkapan kelistrikan di setiap ruang rawat inap, kurang. Ada yang tidak menyala, ada pula yang tidak dilengkapi balon. Misalnya, di Tiu Teja 102, 1 lampu menyala, di Tiu Teja 101 diketahui 2 lampu menyala dan 3 tidak ada lampu balon. Selanjutnya di Tiu Kelep 107, hanya dua balon menyala, Tiu Kelep 106 terdapat 2 lampu menyala, 1 tidak,  dan 2 tanpa balon. Bahkan di lobi jaga perawat, 3 tanpa lampu balon. Begitu pula di lorong bangsal Tiu Roton, dari 10 titik, hanya 3 lampu yang menyala.

Pada pelayanan kebersihan dan air bersih, lantai toilet belakang perawat jaga tergenang air, karena sumbatan. Demikian di toilet Tiu Teja 102, air bekas pakai keluarga pasien meluber ke sudut ruang rawat inap.

Menurut Indradi, keluarga pasien asal Dusun Tanak Bisa, Desa Senaru, yang menginap di ruang Tiu Kelep 107 mengakui kenyamanan di ruang rawat inap tidak maksimal. Malam hari saat mereka menginap, ruangan cukup gerah meskipun dilanda hujan. “Malam tidak bisa tidur nyaman. Tetapi alhamdulillah masih ada tempat, kita maklumi ini rumah sakit darurat,” ujarnya.

  CKN dan BNN Sasar SMA 6 Mataram untuk Cegah Dini Penyalahgunaan Narkoba

Ketua Komisi III DPRD KLU, Artadi, meminta agar manajemen rumah sakit mengelola sistem pelayanan dengan baik, meski standar sarana dan prasarana masih kurang. Ia meminta, agar pelayanan dasar seperti air bersih, pendukung kipas angin dan kebersihan diperhatikan dengan baik.

“Kalau rumah sakit begitu dipihakketigakan maka Customer Service (CS) itu harus bekerja seperti di hotel. Jadi setiap menit setiap jam itu harus dikontrol,” pintanya.

Ia mencontohkan, pada persoalan sampah, tidak lantas menyalahkan keluarga pasien karena budaya kebersihan belum terbentuk. Menurut dia, Customer Service yang paling bertanggung jawab mengelola sebagaimana pihak ketiga sudah dikontrak oleh manajemen. “Sehatnya orang sakit itu juga tergantung dari lingkungannya. Kalau lingkungannya tidak sehat nanti pasiennya tambah sakit,” sambungnya.

Menjawab itu, Kabag TU RSUD KLU, H. Zulfahrudin, di hadapan dewan mengatakan kondisi mati lampu itu yang tersorot di media sosial dua hari lalu, sudah langsung diperbaiki malam itu juga. Permasalahan saat itu terjadi konslet akibat adanya rembesan air dari atap dan plafon ruangan.

“Tidak mungkin kita matikan MCB nya, karena akan mati semua, kan kasian yang sedang operasi (bedah) juga ‘kan,” ujarnya.

Zul menambahkan, jumlah lampu yang tidak menyala maksimal di tiap ruangan memang sengaja dikondisikan. Pasalnya, suhu ruangan cukup pengap dan panas. Lagi pula, di tiap ruangan tidak semua penghuni kamar bisa nyaman beristirahat dengan kondisi seluruh lampu menyala.

“Memang lampu-lampu ini emergency sebenarnya. Dan yang nyala sekarang hanya satu. Karena ada yang tidak bisa pakai lampu juga, makanya kita kurangi,” tandasnya. (ari)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here