Ana: Mantap Pilih JKN-KIS dan Buktikan Sendiri Manfaatnya

Ana Maria Septiana

Selong (suarantb.com) – Ketika tubuh mengalami suatu gangguan, maka tubuh akan bereaksi dengan mengirimkan stimulus atau rangsangan berupa rasa tidak nyaman. Ketika hal tersebut diabaikan, maka dapat berpotensi mengganggu aktivitas keseharian kita dan akhirnya akan berujung menjadi sebuah penyakit. Itulah yang rupanya dialami oleh Ana Maria Septiana (26), yang bertahun-tahun harus melawan rasa sakit akibat batu empedu yang tertanam pada tubuhnya.

“Awalnya nyeri biasa di bagian perut. Dibawa tidur, hilang sendiri sakitnya. Tapi lama-kelamaan sakitnya menjalar ke pinggang sampai ke bagian punggung. Untuk bangun dan duduk pun rasanya sakit sekali. Waktu itu saya ingat langsung dibawa ke Puskesmas. Ketika sadar, ternyata saya sudah ada dirumah sakit,” cerita ibu muda ini kepada tim Jamkesnews yang ditemuinya Selasa sore (19/11).

Penyakit batu empedu yang dideritanya bertahun-tahun itu menyebabkan Ana harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Beruntung baginya ia tak perlu khawatir memikirkan masalah besarnya biaya yang harus dia keluarkan.

“Saya sudah lama punya kartu JKN-KIS. Dulu sebelum menikah masih ikut tanggungan orang tua. Setelah menikah pun saya cepat-cepat daftar, asal siap saja. Jaga-jaga untuk ke depannya. Alhamdulillah sekarang saya bisa merasakan manfaatnya,” ungkap Ana.

Rupanya pengalaman kedua orang tua Ana yang pernah ditolong oleh program JKN-KIS ketika sakit parah, membuat ibu satu anak ini lantas menyegerakan dirinya untuk bergabung menjadi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Ia pun sebisa mungkin menghindari tunggakan pada tagihan iurannya. Ia rutin menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan demi memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi keluarga kecilnya.

“Program ini sangat saya rasakan manfaatnya. Berkali-kali menginap di rumah sakit tapi dengan biaya nol rupiah. Alhamdulillah keadaan saya sudah membaik. Di samping saya harus kontrol pascaperawatan penyakit yang saya derita, saya juga harus lebih perhatian dengan diri saya,” tutur Ana.

  Badan Usaha Patuh dan Disiplin, Karyawan Terlindungi JKN-KIS

Ia mengungkapkan bahwa ia harus menghindari makanan-makanan yang mengandung minyak berlebih. Memilah makanan yang sehat, menjaga kondisi badan agar tidak mudah lelah, dan istirahat yang cukup.

“Yang penting itu sehat. Cukup sekali saja saya merasakan sakit. Sudah kapok. Saya juga bersyukur punya JKN-KIS. Jadi tidak stres memikirkan biaya kalau ada hal yang tidak kita inginkan terjadi,” kata Ana mengakhiri wawancaranya dengan tim Jamkesnews. (r/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here