Unram Kembangkan Tanaman Herbal Endemis di NTB

buah duwet atau jamblang

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) bersama dengan salah satu perusahaan jamu ternama di Indonesia akan mengembangkan tanaman herbal endemis di NTB. Keinginan Unram itu terbangun setelah pihak Unram menjalin kerjasama dengan mengunjungi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul beberapa waktu lalu.

Khasiat tanaman herbal yang akan diteliti dalam riset dengan perusahaan jamu yang sudah ada sejak 1951 itu adalah buncis, rumput laut, buah duwet atau jamblang dan aneka tanaman herbal endemis NTB lainnya. Selain riset, Unram dan PT Sido Muncul juga akan mengupayakan hak patennya.

“Prodi Farmasi Unram punya salah satu konsentrasi penelitian bidang tanaman herbal dan PT Sido Muncul sendiri adalah perusahaan obat herbal  bertaraf modern terbesar di Indonesia yang mempunyai alat-alat teknologi mutakhir dengan tenaga-tenaga profesional. Sehingga kerjasama ini merupakan kerjasama yang prospektif dan relevan,” tutur Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., Kamis, 12 Desember 2019.

Prof. Husni mengatakan bahwa saat ini perguruan tinggi dituntut untuk berkolaborasi dengan industri hilirisasi hasil penelitian untuk memberikan nilai tambah bagi PT tersebut , institusi maupun peneliti. “Kerja sama dengan lembaga pendidikan dalam penelitian merupakan strong point bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen perusahaan pada kemajuan teknologi dan memberi kesempatan pada peneliti lokal untuk menghasilkan temuan baru ” imbuhnya.

Senada dengan Prof. Husni, Dekan Fakultas Kedokteran Unram dr. Hamsu Kadriyan menerangkan Unram telah melakukan penelitian dan melakukan hak paten pada khasiat buncis untuk mencegah penyakit Diabetes Melitus (kencing manis). Selain itu telah dikembangkan pula penelitian rumput laut sebagai kosmetik dan panganan olahan serta buat duwet sebagai pencegah hipertensi (tekanan darah tinggi).

“Saat ini kami memiliki Prodi Farmasi di Fakultas Kedokteran dan kami akan melakukan kerja sama dengan Sido Muncul untuk mengembangkan khasiat dari bahan alam agar bisa dinikmati oleh masyarakat,” urainya.

Sementara itu, Irwan Hidayat selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul berkata bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan upaya untuk mengembangkan pengobatan herbal berbahan lokal Indonesia. Dia berharap agar mahasiswa yang bergerak di bidang pengobatan maupun farmasi tertarik dengan jamu.

“Saya ingin mahasiswa paham dengan obat-obat alam dan dapat mengembangkannya sebagai obat di masyarakat karena saya yakin ke depannya orang akan memilih untuk menjaga kesehatan dibanding mengobati,” katanya. Irwan juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi rintisan untuk mengembangkan jamu tradisional yang diminat dan dipercaya masyarakat. (dys)