Bambang: Menua Yang Sehat Berbekal Kartu JKN-KIS

Narasumber : Bambang Sutrisno

Selong (suarantb.com) – Menua itu pasti, namun menjadi tua dengan memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah sebuah pilihan. Ada pun dengan menjadi lansia yang sehat maka akan meningkatkan produktivitas dan kemandirian para manula (manusia lanjut usia). Namun, faktanya yang kita temui di masyarakat sekarang ini bahwa masih banyak lansia yang tersiksa di masa tuanya dengan kondisi sakit-sakitan.

Hal itulah yang sebenarnya sangat dihindari oleh Bambang Sutrisno (70). Pensiunan pegawai swasta ini mengungkapkan bahwa menjadi sehat adalah suatu keharusan bagi dirinya.

“Saya tahun ini usianya 70 tahun. Alhamdulillah kondisi fisik saya masih sehat. Saya hidup berdua bersama istri saya tanpa pernah bergantung kepada anak-anak saya,” ungkapnya ketika ditemui tim Jamkesnews pada Jumat, 1 November 2019.

Bambang pun mengungkapkan bahwa, “Hidup sehat itu adalah prinsip saya sejak muda. Tidak merokok dan rutin cek kesehatan merupakan hal utama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ada hal lain yang juga penting menurut saya, yaitu harus menjadi peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Laki-laki yang berasal dari Selong ini rupanya telah menjadi peserta JKN-KIS sejak PT. Askes (Persero) masih berdiri. Istrinya yang merupakan seorang pensiunan PNS juga kerap kali membantunya menjaga pola hidup yang sehat.

“Kami bersyukur diberkahi dengan kesehatan. Hidup berjauhan dengan anak-anak, mau tidak mau harus mandiri mengurus segala sesuatunya. Apalagi kami sudah punya jaminan kesehatan seperti JKN-KIS. Hidup tua jadi tenang,” tambahnya.

Menurut Bambang, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah program yang sangat mendukung keberlangsungan hidup lansia. Mengingat gangguan kesehatan yang dialami oleh para manula tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Namanya saja sudah tua ya, organ-organ tubuh kita pasti juga ikut tua. Kalau sakit sedikit, menjadi komplikasi. Teman-teman seusia saya ada yang sudah terkena sakit jantung, bahkan ada yang sudah rutin cuci darah. Biayanya tentu sangat mahal. Ternyata sehat itu mahal harganya bagi orang sakit,” tuturnya.

Berkaca dari pengalaman Bambang Sutrisno dapat kita pahami bahwa bertambahnya usia adalah suatu hal yang tidak bisa dicegah. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kelak ketika memasuki tahap usia lanjut.

“Seperti orang dulu bilang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Cegah penyakitnya agar tidak repot berobat di masa tua dengan menerapkan pola hidup sehat dan punya JKN-KIS,” tutupnya sambil memberi pesan kepada para generasi muda mengenai cara hidup sehat di masa tua. (r/*)