WHO Kirim 2.400 Vaksin Anti Rabies ke Pulau Sumbawa

Ilustrasi vaksinasi hewan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengirim 2.400 vaksin anti rabies (VAR) untuk tiga kabupaten di Pulau Sumbawa. Vaksin yang dikirim dinilai cukup untuk mengatasi jumlah gigitan anjing gila yang ada di sana, terutama di Kabupaten Bima yang mulai meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 8 Desember 2019 siang merincikan 2.400 vaksi anti rabies yang sudah dikirim WHO ke Pulau Sumbawa. Dengan rincian, Kabupaten Bima 750 vial, Dompu 1.000 vial dan Kabupaten Sumbawa 750 vial. ‘’Dan ada juga stok provinsi yang dikirim dari WHO,’’ ujarnya.

Baca juga:  Sepanjang 2019, 13 Warga Dompu Tewas akibat Rabies

Diberitakan Suara NTB sebelumnya, Kabupaten Bima ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit anjing gila (rabies). Berdasarkan catatan Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Bima,  ada tujuh kecamatan yang terdampak kasus gigitan anjing gila.

Tujuh kecamatan di Kabupaten Bima yang positif terdampak rabies tersebut antara lain, Parado, Donggo, Soromandi, Bolo, Wawo, Sanggar dan Madapangga. Data ini sepanjang tahun 2019. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Disnakeswan Bima bekerjasama dengan Pemprov NTB, populasi anjing di Kabupaten Bima antara 14 ribu sampai dengan 16 ribu ekor.

Survei ini diambil sampel 60 dusun. Sampai saat ini sekitar 13 ribu ekor anjing telah divaksin. Anjing-anjing tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat atau petani untuk menjaga lahan yang ditanami jagung.

Baca juga:  Sepanjang 2019, 13 Warga Dompu Tewas akibat Rabies

Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, mencatat jumlah warga di daerah setempat yang digigit anjing sepanjang tahun 2019 sebanyak 480 orang. Dan yang dinyatakan positif rabies sebanyak 20 sampel.

Dari 18 kecamatan di Kabupaten Bima, semua ada kasus gigitan anjing suspect rabies. Yang paling banyak di wilayah Kecamatan Sanggar sebanyak 108 orang. Sementara yang paling sedikit ada di Kecamatan Belo. (nas)