RSUD NTB Raih Anugerah Badan Publik Informatif

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri MM, MARS., seusai meraih piagam anugerah keterbukaan informasi publik dengan kategori informatif, Kamis, 28 November 2019. (Suara NTB/bay)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB kembali meraih anugerah keterbukaan informasi publik dengan kategori informatif. Anugerah diberikan oleh Komisi Informasi NTB berdasarkan penilaian tingkat provinsi 2019.

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri MM, MARS, menerangkan bahwa anugerah tersebut menjadi tanda kepercayaan yang diberikan agar RSUD NTB dapat selalu menjaga amanah untuk tetap membuka informasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Kalau seseorang memegang amanah, menjadi informatif itu memiliki tantangan tersendiri ke depan,” ujarnya saat ditemui seusai kegiatan penganugerahaan, Kamis, 28 November 2019 di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Menurut Hamzi ke depan RSUD NTB akan berusaha mempertahankan komitmen keterbukaan informasi. Sembari meningkatkan kualitas informasi yang diberikan kepada publik. “Informasi yang memang harus dikeluarkan, pasti kita keluarkan,” ujarnya.

Terkait kualitas informasi yang disediakan sendiri disebut Hamzi merupakan tantangan ke depan. Terutama agar informasi tersebut dapat lebih mudah diterima dan dimengerti oleh masyarakat.

Diterangkan Hamzi, salah satu dampak yang didapatkan dari membuka informasi adalah adanya kritik dan saran dari masyarakat langsung yang dapat digunakan untuk membenahi pelayanan di RSUD NTB. Kritik dan saran sendiri disebut sangat diperlukan untuk menyelesaikan baik persoalan internal maupun eksternal di rumah sakit.

Keterbukaan informasi sendiri disebut Hamzi merupakan hal yang tidak dapat dihindari dengan berkembangnya teknologi saat ini. “Ini eranya media sosial, kita harus masuk ke dalamnya,” ujarnya. Untuk itu, RSUD NTB saat ini kerap memanfaatkan wadah seperti website dan media sosial untuk menyebarluaskan informasi.

Dicontohkan seperti website milik RSUD NTB yang terus diperkaya dan dievaluasi dari segi konten. Dengan memanfaatkan wadah tersebut, maka masyarakat diharapkan bisa lebih cepat dan mudah dalam menerima informasi yang diperlukan.

“Ini bagian dari cara kita menjaga kepercayaan masyarakat. Jadi ada tool (alat) penguhubung antara rumah sakit dan masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, yang menegaskan bahwa segala informasi yang dimiliki oleh badan publik harus jelas dan dapat dimengerti oleh masyarakat. Pasalnya, kebutuhan informasi saat ini menjadi bagian cukup penting bagi berjalannya demokrasi.

“Sekarang ini semua orang bisa bicara, dan kita tidak mungkin tidak mendengar dan menerima yang disampaikan kepada kita,” ujar Wagub. Untuk itu, pemanfaatan teknologi disebut sebagai cara yang tepat agar masyarakat bisa lebih mudah dan cepat dalam mengakses informasi.

Badan publik sendiri disebut perlu menjadikan keterbukaan informasi sebagai sebuah kebutuhan, bukan hanya kewajiban. Pasalnya, dari seluruh OPD yang ada di lingkup Pemprov NTB, hanya ada beberapa OPD yang mendapatkan kategori informatif. Diantaranya Biro Humas dan Protokol Setda NTB dan RSUD NTB sendiri. (bay)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.