19 Formasi Dokter Spesialis Tak Ada Pelamar, Pemprov Minta Bantuan Kemenkes

Ilustrasi Dokter Spesialis (suarantb.com/shutterstock)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Sampai penutupan pendaftaran CPNS Pemprov NTB, Kamis, 28 November 2019 pukul 00.00 Wita, masih ada 19 formasi dokter spesialis yang tidak ada pelamarnya. Menyiasati kekurangan dokter spesialis lantaran tak ada pelamar dalam seleksi CPNS 2019, Pemprov meminta bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selain itu, Pemprov juga merekrut tenaga kontrak dokter spesialis yang ditempatkan di rumah sakit milik Pemprov NTB. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH mengatakan jumlah kebutuhan dokter spesialis tergantung tipe rumah sakit.

“Setiap rumah sakit beda-beda kebutuhannya. Rumah sakit provinsi kurangnya apa, rumah sakit Manambai kurangnya apa, rumah sakit jiwa kurangnya apa. Masing-masing rumah sakit tidak bisa perhitungan global itu, ndak bisa. Yang sekarang kita kerjakan juga tenaga  kontrak,” kata Eka dikonfirmasi soal lowongnya belasan formasi dokter spesialis dalam rekrutmen CPNS Pemprov NTB 2019 di Mataram, Kamis, 28 November 2019 siang.

Ia menjelaskan sepinya peminat formasi dokter spesialis lantaran jumlah lulusannya tidak banyak. Ia menyebutkan Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota saat ini sedang menyekolahkan dokter umum menjadi dokter spesialis sebanak 172 orang.

Namun, rata-rata mereka akan selesai menempuh pendidikan dokter spesialis pada 2021 mendatang. Ada juga yang selesai kuliah pada 2022 dan 2023. Sambil menunggu dokter spesialis yang sedang dikulihkan tersebut menyelesaikan studinya. Pemprov mengambil kebijakan merekrut tenaga kontrak dokter spesialis.

Kemudian, kata Eka, Kemenkes mempunyai program penugasan dokter spesialis (PDS). Dokter spesialis tersebut dikirim oleh Kemenkes ke kabupaten/kota. Merekalah yang menanggung gajinya. “Insentifnya dari kita. Jadi nanti, kita berharap juga dari Kemenkes untuk membantu (kekurangan dokter spesialis) ini,” harapnya.

Eka menyebutkan PDS sudah ada yang ditempatkan di NTB. Seperti Rumah Sakit Tripat Lombok Barat, Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa (RSMA), RSUD Bima dan RSUD Dompu. PDS ini, jelas Eka, semacam penugasan kepada dokter spesialis pascamenempuh pendidikan selama setahun.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, hingga penutupan pendaftaran CPNS, sebanyak 19 formasi dokter spesialis tidak ada pelamar. Antara lain formasi dokter spesialis anak RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis anestesi RS Mata NTB, dokter spesialis bedah RSMA, dokter spesialis bedah syaraf RSMA.

Kemudian, dokter spesialis jantung RSMA, dokter spesialis kandungan RSMA, dokter spesialis kulit dan kelamin RSMA, dokter spesialis mata RS Mata NTB, dokter spesialis paru RSMA, dokter spesialis patologi anatomi RSMA, dokter spesialis penakit dalam RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi RSMA, dokter spesialis rehabilitasi medik RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis syaraf RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis THT RSMA dan dokter spesialis urologi RSMA. Selain formasi dokter spesialis, ada juga formasi tenaga kesehatan yang masih tidak ada pelamar. Seperti formasi dokter gigi di RSMA dam  psikolog klinis di RSMA. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.