Nasihun : JKN-KIS Cegah Sadikin, Sakit dan Miskin

Nasihun

Advertisement

Selong (suarantb.com) – Seseorang yang menderita penyakit berat dan membutuhkan biaya tinggi dalam perawatannya tentunya akan memiliki pengeluaran yang tidak terduga. Apalagi ketika orang tersebut tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik, maka akan menimbulkan terjadinya penyakit SADIKIN alias ‘Sakit, Kemudian Jadi Miskin’. Oleh karenanya, memiliki perlindungan kesehatan merupakan langkah jitu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adalah Nasihun (55), Camat dari Kecamatan Pringgabaya ini bersedia dengan senang hati membagikan ceritanya ketika berjuang menghadapi penyakit jantung yang dideritanya.
“Tidak ada orang satu pun yang ingin sakit. Tetapi ketika Tuhan sudah berkehendak, manusia bisa apa? Tiga tahun lalu adalah awal mula saya didiagnosis penyakit kelainan katup jantung dan diharuskan untuk segera operasi,” ungkap Nasihun ketika ditemui di kantornya oleh tim Jamkesnews, Senin siang (21/10).

Laki-laki paruh baya ini mengaku telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama hampir tiga puluh tahun. Selama itu pula, sebagian dari penghasilannya telah dipotong untuk pembayaran iuran JKN-KIS, yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Asuransi Kesehatan (ASKES).

“Dulu saya sempat berpikiran bahwa jaminan kesehatan itu tidak ada gunanya. Buat apa gaji puluhan tahun dipotong, tapi saya tidak pernah merasakan manfaatnya? Mungkin saat itu, Tuhan mendengar doa saya, lalu saya langsung diberikan sakit berat seperti ini,” ujarnya.

Ketika dokter menyarankan untuk operasi jantung, Nasihun pun mau tidak mau harus menyetujuinya agar ia mampu melanjutkan hidupnya menjadi lebih baik.

“Saya pasrah saja, apalagi ketika mengetahui kisaran biayanya. Saya berniat pinjam uang dari bank. Masalah pembayarannya saya pikirkan nanti. Namun, saat menandatangani klaim biaya operasinya, ada satu hal yang langsung saya sadari saat itu juga. Ternyata, besar sekali manfaat dari program JKN-KIS ini,” tutur Nasihun.

Ia mengaku terkejut sekaligus merasa bersyukur bahwa JKN-KIS seakan menyelamatkan hidupnya. “Bayangkan saja, dari total biaya operasi sebesar sekitar 268 juta rupiah, saya tidak mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk biaya operasi sampai kondisi saya sembuh seperti sekarang ini. Saya buktikan bahwa biaya operasinya adalah nol rupiah,” tambahnya.

Sejak saat itulah, Nasihun bertekad untuk terus mendukung keberlangsungan program JKN-KIS. Sebagai salah satu pimpinan di daerahnya, ia pun tak segan untuk membagikan kisahnya yang diselamatkan JKN-KIS kepada masyarakat, agar mereka tergerak dan termotivasi untuk ikut bergabung dalam program sejuta manfaat ini.

“Masyarakat harus sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Saya jamin, tidak ada program perlindungan kesehatan lain sebaik JKN-KIS. Jadi, jangan menyesal ketika gaji kita dipotong untuk program JKN-KIS. Yakinlah, suatu saat kita akan sadari manfaatnya. Fenomenanya sekarang harus diganti, prioritaskan yang lebih penting. Sehat adalah yang utama. Beli rokok saja mampu, bayar iuran kok tidak mampu?,” ujar Nasihun. (r/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.