Usia Emas, RSUD NTB Siap ‘’Go International’’

salah satu pelayanan modern dan canggih telah melengkapi RSUD NTB

Mataram (Suara NTB) – Tanpa terasa, RSUD NTB kini berusia 50 tahun yang biasa disebut usia emas. Disadari kedepan akan makin banyak tantangan yang akan dihadapi. Semakin bertambahnya tahun maka jumlah penduduk akan semakin banyak. Juga bertambahnya jumlah penyakit non infeksi. Karena Penyakit non infeksi ini berkaitan dengan bagaimana lifestyle, usia, kondisi cuaca dan sebagainya, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk memilih pola hidup sehat. Sementara untuk penyakit infeksi, tentu jauh lebih mudah diatasi dengan obat.

Wadir Pelayanan RSUD NTB, dr. H. Agus Rusdhy Ariawan memotong tumpeng pada peringatan Usia Emas RSUD NTB

Namun tantangan itu disambut optimis oleh segenap jajaran RSUD Pemerintah Provinsi NTB. Optimisme tersebut didasarkan pada modal capaian kinerja pelayanan yang telah diraih selama ini.  Salah satu capaian kinerja yang baik itu, adalah telah diraihnya rekomendasi Akreditasi Paripurna. Sehingga dengan modal itu, selangkah lagi, yakni di pertengahan tahun 2020 nanti, RSUD kebanggaaan rakyat Bumi Gora itu diharapkan telah siap “go international” dengan memperoleh akreditasi internasional.

Wakil Direktur dr. H. Agus Rusdhy Hariawan, H.Sp. OG. MARS menjelaskan bahwa sesuai dengan rekomendasi Survey Simulasi yang telah dilakukan pada bulan Okteober 2019, RSUD NTB direkomendasi menuju akreditasi paripurna. “Akreditasi Paripurna kita canangkan pada bulan Januari 2020.  Dan sekitar bulan Juli atau Agustus 2020 kita akan menuju ke Internasional,’’ tuturnya dalam perayaan HUT Emas RSUD Prov NTB, di komplek RSUD di Mataram, Selasa, 5 November 2019.

Dokter Agus juga menuturkan bahwa berbagai inovasi yang telah dibuat RSUD Prov NTB dalam memberikan pelayanan kesehatan. “Di penilaian wilayah bebas bersih melayani, dalam 2 tahun terakhir ini yang kita sangat unggulkan untuk pelayanan adalah cathlab atau pelayanan ring jantung, kemudian radio terapi yang hanya satu – satunya di NTB, pelayanan Bed Management Sistem (BMS) yang setiap orang dapat mengakses dan rencana untuk medical tourism yang akan kita kembangkan kedepan,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A berharap agar RSUD Prov NTB dapat memenuhi pelayanan rujukan dari masyarakat NTB. “Contohnya kemarin sudah diresmikan Unit ICU Anak, semoga setiap saat kebutuhan – kebetuhan pelayanan bisa terlayani di sini dan memang pelayanan yang ada di Kelas A,” tuturnya.

Perihal akreditasi internasional, dokter Eka juga mengharapkan agar tahun 2020 dapat mencapai bintang 6 yakni bertaraf internasional. “Kita berharap RSUD Prov NTB tahun depan bisa mencapai akreditasi internasional. Kalau selama ini paripurna dan tahun depan bisa meraih bintang 6,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTB dr. Doddy Ario K, SpOG K menuturkan agar RSUD membuat berbagai standar – standar untuk internasional.  “Adanya medical taourism ini sudah seharusnya membuat berbagai standar internasional untuk menarik wisatawan luar dapat berobat di sini. Apalagi dengan adanya perhelatan MotoGp yang merupakan event yang besar, jadi RSUD harus menyiapkan SDM-nya, fasilitas sarananya termasuk sistem- sistem manajemen yang bagus dan bertaraf internasional,” jelasnya. (r/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.