Bidang Kesehatan di NTB Masih Jadi PR

Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif kabupaten/kota untuk menyukseskan program-program unggulan Pemprov NTB saat ini. Salah satunya program Revitalisasi Posyandu yang digagas untuk menyelesaikan banyak persoalan, mulai dari kesehatan hingga masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, mitigasi bencana dan lain-lain.

“Kita tahu NTB masih punya banyak PR (pekerjaan rumah, Red). Betul ada progress pembanggunan di segala bidang dan jenjang. Tapi kita tidak boleh menutupi kekurangan kita,” ujar Wagub, Selasa, 22 Oktober 2019 saat menyampaikan paparannya di Rapat Koordinasi Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, dan TPKJM di Mataram.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor dua di NTB itu untuk menekankan banyaknya masalah kesehatan yang belum bisa diatasi di NTB. ‘’Kalau kita lihat secara umum NTB ini, harus kita akui bahwa PR kita di bidang kesehatan itu masih banyak,’’ sambungnya.

Dicontohkan Rohmi seperti Indeks Pembanunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) NTB yang berada di urutan ke-11 secara nasional pada 2018 lalu. Walaupun begitu, nyatanya angka kematian bayi di NTB masih 9,0% per 1.000 kelahiran hidup, angka kematian ibu 82,38% per 100.000 kelahiran hidup, 5,91% balita gizi buruk, 20% wanita usia subur mengalami kurang energi kronis, 33,49% balita mengalami stuntin, 20,49% balita gizi buruk, dan 48,9% masyarakt mengidap anemia.

‘’Kalau kita lihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mempengaruhi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kalau kita lihat ketiga PR ini yang paling berat adalah (masalah) kesehatan karena bicara angka harapan hidup,’’ tegas Rohmi.

Menurut Wagub yang paling dibutuhkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah konsistensi dan keseriusan dari seluruh pihak, baik Pemprov dan stakeholder terkait maupun Pemda masing-masing kabupaten/kota. Dengan begitu, diharapkan, tercipta formulasi untuk mengatasi masalah

kesehatan dan masalah lainnya langsung dari hulu. ‘’Itulah menggapa kita mengambil instrumen Posyandu,” ujarnya.

Posyandu dinilai dapat menjadi wadah strategis mengingat posisinya yang telah dikenal secara umum di masyarakat. Dengan mengintervensi kegiatan Posyandu secara sistemik, Rohmi menerangkan bahwa Pemprov NTB mengharapkan adanya imbas yang sifatnya lebih menyeluruh dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

‘’Itulah mengapa Pemprov NTB menjadikan revitalisasi Posyandu sebagai salah satu yang harus betul-betul diperjuangkan. Karena melalui revitalisasi Posyandu kita akan bisa meng-handle hingga ke dusun dengan cermat dan detail,’’ ujar Rohmi.

Jika dikerjakan dengan serius, Posyandu juga disebut akan dapat diggunakan untuk mengatasi masalah sosial. Untuk itu, Pemprov NTB mendorong agar Pemda Kabupaten/Kota dan pemerintah desa memaksimalkan penggunaan APBDes yang merupakan sumber pembiayaan untuk kegiatan Posyandu.

‘’Itu memang kewanjiban peruntukan dari dana desa. Sehinga desa akan bisa sunguh-sungguh menjadikan Posyandu menjadi sentral untuk mendeteksi dini masalah-masalah kesehatan maupun sosial yang ada,’’ ujar Wagub.

Pemprov NTB sendiri menargetkan tercapainya Posyandu Keluarga pada 2023 mendatang. Yaitu Posyandu yang tidak hanya mengakomodir kebutuhan bayi-balita dan ibu hamil, namun seluruh tingkatan kehidupan seperti remaja dan lansia juga. Untuk mencapai target tersebut, ditekankan Rohmi, dibutuhkan sinergi yang benar-benar baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Peran paling utama dari Pemda kabupaten/kota adalah untuk masalah pembinaan, monitoring dan evaluasi. Terkait masalah anggaran, Rohmi menegaskan bahwa hal tersebut akan dikerjakan dan dibanggun bersama baik melalui APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, maupaun APBDes.

Rohmi sendiri mencontohkan seperti pencapaian di Kabupaten Dompu dimana lebih dari 400 Posyandu telah siap menjadi Posyandu Keluarga pada tahun 2019. “Dompu 2019  ini 100% Posyandu Keluarga. Kalau Dompu bisa, masa yang lain tidak bisa. Ini kan masalah kemauan dan kesungguh-sungguhan,” tegasnya. (bay)