Keluarga Kurang Mampu, Abizar Bocah Penderita Penyakit Berat Butuh Bantuan

Gigih Abizah Muslim saat ditenami sang ayah. Bocah berusia enam tahun ini didiagnosa mengalami penyakit kelainan darah

Giri Menang (Suara NTB) – Gigih Abizah Muslim bocah berusia 6 tahun didiagnosa mengalami penyakit kelainan darah. Akibat penyakit yang dideritanya ini membuat perutnya membesar dari ukuran normal. Abizar terkendala biaya untuk pengobatan, lantaran kondisi keluarga tak mampu alias miskin. Anak pertama dari pasangan Muslim dan Murtapiah ini butuh bantuan untuk biaya transportasi dan makan selama menunggu saat pengobatan.

Ditemui di kediamannya di Dusun Rumak Barat Selatan Desa Rumak Kecamatan Kediri, Gigih Abizah ditemani sang ayah dan adiknya terbaring di atas kasur. Bocah yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) itu tak lagi bisa bermain seperti sedia kala bersama teman-teman sebayanya.

Semenjak penyakit berat yang menyerang tubuh kecilnya itu,  Abizar didiagnosa mengidap talasemia atau kelainan darah. Membuat perut anak itu terus membesar. Serta membuatnya lemas tak berdaya.Kini bocah yang periang itu hanya bisa berdiam di rumahnya. Memandangi video melalui handphone atau menonton televisi.

Entah apa penyebab penyakit langka bisa menyerang bocah malang itu. Namun itu bermula pada 14 bulan lalu tahun 2018 selepas Gigih pulang bermain bersama teman-temannya. Tiba-tiba saja Gigih pucat ketika dimandikan oleh bibiknya. “Dia langsung drop,  HB (Hemoglobin) turun, pucat langsung panas dan langsung dilarikan ke puskesmas Gerung. Kalau ndak salah itu HB-nya rendah,” ungkap Muslim ayah handa dari Gigih, Kamis,  17 Oktober 2019.

Bahkan pihaknya membawa Gigih langsung ke RSUD

Tripat Gerung. Karena waktu pucat itu, BAB dari Gigih berwarna hitam. Muntah darah pun sempat dialami bocah itu. Dokter menyarankan orang tua Gigih dirujuk ke Rumah Sakit  Sanglah Bali.  Syukurnya, dengan BPJS yang dimiliki meringankan biaya pengobatannya. Bahkan demi sang anak,  Muslim yang bekerja menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI) rela pulang dari Malaysia. Untuk menemani perawatan anaknya selama di Bali.

Namun sayangnya, selama disana belum ada penanganan isentif yang didapatkan. Bahkan selama disana, harus menunggu lama agar bisa dilakukan perawatan. “Cuma baru di cek dan dikontrol. Sudah di ronseng dilihat disana tidak ada penyakit dalam atau luka. Karena lama saya membawa pulang lagi,” bebernya.

Kini pihak keluarga memilih melakukan pengobatan di RSUD Tripat Gerung. Hampir setiap bulan ia terus membawa bolak balik anaknya untuk transfunsi darah di RSUD Plat merah itu. Syukurnya adanya BPJS membantu keluarga itu untuk menutupi biaya yang cukup malah itu. Terlebih lagi Muslim yang hanya menjadi buruh itu. Ia hanya bisa berharap penyakit yang diderita anaknya bisa segera sembuh.

Mengetahui kondisi warganya pihak Pemerintah Desa setempat akan turut membantu memfasilitai pengobatan dari bocah malang itu. Selain mengupayakan melalui dana bantuan dari desa, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan beberapa lembaga seperti Baznas untuk mendukung biaya pegobatan dari Gigih. “Nanti kami akan bantu lewat desa,”jelas Kades Rumak,  Mukarram. (her)