Kapus Praya, Berkah Sedekah Dengan Jadi Peserta JKN-KIS

H Muslim Tasim

Praya (suarantb.com) – “Bisnis yang baik itu adalah berbisnis dengan Tuhan. Ketika kita memberikan satu saja kebaikan, Tuhan akan membalasnya berkali-kali lipat,” begitu yang diucapkan oleh Kepala Puskesmas bernama H. Muslim Tasim. Ia mengaku terinspirasi dengan prinsip gotong royong yang diusung oleh BPJS Kesehatan, dan menerapkannya pada sistem kepemimpinannya di Puskesmas Praya, Kab. Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

H. Muslim Tasim menjadi kepala UPT BLUD Puskesmas Praya sejak beberapa tahun silam. Beberapa inovasi pun telah ia lakukan untuk membuat Puskesmas Praya menjadi fasilitas kesehatan yang turut berperan mencegah peningkatan angka kesakitan di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami berfokus pada pencegahan kematian ibu dan anak. Di setiap kelurahan di Puskesmas Praya sudah dibentuk kelompok pendampingan. Anggotanya terdiri dari ibu hamil, kader posyandu, dan bidan. Jadi di dalam komunitas itu, ibu hamil bisa lebih leluasa berkonsultasi seputar kehamilannya,” ujar Muslim ketika diwawancarai tim Jamkesnews (13/09).

Terkait dengan beberapa program JKN-KIS, Puskesmas Praya pun telah menerapkan program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) dengan sangat baik. Terbukti dengan status keaktifan peserta klub prolanisnya yang mencapai hampir 100 persen di setiap pertemuannya.

“Mungkin karena sudah terbentuk rasa kekeluargaan dan saling percaya antara

kami dengan para peserta PROLANIS, sehingga tidak sulit untuk mengajak mereka ikut aktif di setiap kegiatan. Hal ini pun mereka jadikan sebagai ajang silaturahmi sehat antar penderita penyakit kronis,” ungkapnya.

Sosok pemimpin yang agamis ini mengungkapkan bahwa ada nilai kebaikan yang bisa ditemukan pada prinsip tolong menolong antara peserta JKN-KIS.

“Layaknya kita bersedekah, membantu orang lain dan berbuat kebaikan. Bersedekah itu tidak semua orang harus tahu. Berbuat kebaikan tidak perlu diumbar-umbar. Tetapi dengan menjadi peserta JKN-KIS, kita sudah termasuk orang yang bersedekah dan tentunya nilai kebaikannya pasti kita dapatkan,” ungkap Muslim.

“Saya harap semakin banyak orang yang akan ikut dalam program ini dan ada yang satu hal yang harus dipahami oleh setiap peserta JKN-KIS. Hari ini mungkin Anda tidak sakit, tetapi dana yang sudah Anda keluarkan mampu menolong orang lain,” tambahnya.

Ke depannya, Muslim berencana untuk mendirikan “Pojok JKN” sebagai layanan tambahan di Puskesmas Praya. Hal itu semata-mata dilakukannya untuk memudahkan setiap pengunjung mendapatkan informasi seputar JKN-KIS. Ia pun bercita-cita membuat Puskesmas Praya mampu menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya untuk memberikan kepuasan layanan bagi peserta program JKN-KIS. (r/*)