Dipusatkan di Kilo, Berbagai Kegiatan Digelar Jelang Hari Kesehatan Nasional

Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin pimpin rapat dalam rangka persiapan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Dompu, HUT KORPRI, dan HUT PGRI di ruang rapat Bupati, Senin, 14 Oktober 2019. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Dompu akan dirangkaikan dengan peringatan Hari KORPRI dan Hari PGRI pada 30 November 2019 mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Kilo ini, nantinya akan dirangkaikan dengan bhakti sosial dan kegiatan lomba lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Senin, 14 Oktober 2019 mengungkapkan, peringatan hari kesehatan nasional tahun 2019 ini akan diisi dengan berbagai kegiatan. Gerak jalan yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial usai upacara peringatan hari kesehatan di Kilo, lomba olah raga voli, lomba paduan suara untuk germas, serta yel – yel program unggulan kesehatan dan kabupaten.

Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes (Suara NTB/ula)

“Untuk eselon IV, kita adakan lomba hafal undang – undang dasar 1945, dan Sapta Prasetia KORPRI. Lomba ini sudah kita mulai. Jurinya dari BKDPSDM,” ungkapnya.

Untuk tenaga kesehatan juga tetap dilombakan. Begitu juga dengan lomba Pustu, Polindes, PHBS masing – masing Puskesmas, serta lomba tanaman obat keluarga. “Pemberian makanan tambahan dengan IBU JARI juga kita lombakan,” katanya.

Hj. Iris mengharapkan, berbagai lomba dan kegiatan yang diadakan dalam rangka hari kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Sehingga kesehatan tidak hanya menjadi tanggungjawab jajaran Dinas Kesehatan, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak. “Kesehatan itu hanya bagian hilir

dari setiap persoalan. Hulunya ada di lintas sektor,” ungkapnya.

Ia pun mencontohkan kasus stunting yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) di Kabupaten Dompu. Stunting disebabkan banyak hal dan diantaranya faktor pemenuhan gizi, kesehatan lingkungan, pola asuh dan lainnya. Itu semua tidak bisa hanya oleh Dinas Kesehatan, tapi harus melibatkan lintas sektor termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas PPKB, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Perumahan, Dinas PMPD dan lainnya.

Begitu juga dengan kasus rabies, Dinas Kesehatan hanya hilirnya atau manusia korban gigitan anjingnya. Karena penyakit ini ditularkan melalui virus dari anjing melalui air liurnya. Untuk mengobatinya, sejauh ini belum ada obatnya. Vaksin yang diberikan kepada korban gigitan anjing selama ini hanya bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran virus. Tapi untuk menghilangkan rabies harus dengan menghilangkan anjing sebagai sumber virusnya. “Makanya butuh kerjasama dengan Dinas Peternakan dan masyarakat,” katanya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Dompu, Muhammad Iksan, S.ST, MM yang dihubungi terpisah mengaku, tengah mempersiapkan rencana upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional yang dirangkaikan dengan HUT KORPRI, dan HUT PGRI. “Kita adakan upacara di Kilo tanggal 30 November nanti dengan menyatukan 3 kegiatan,” ungkapnya.

Menjalang kegiatan HUT KORPRI, PGRI, dan Hari Kesehatan Nasional juga akan diadakan beberapa kegitan. Termasuk di Kilo nanti akan ada kegiatan bhakti sosial penanaman kayu roboisasi dan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. (ula/*)