Maulida, Si Cantik Putri Kampus: JKN-KIS Jadi Cerminan Budaya Gotong Royong

Syarifa Maulida Mulahela

Praya (suarantb.com) – Syarifa Maulida Mulahela (21), mahasiswi Politeknik Pariwisata Lombok yang secara tidak langsung menghilangkan stigma mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) hanya untuk orang yang sakit saja. Meskipun dalam lima tahun berjalannya program BPJS Kesehatan, tidak dipungkiri masih saja ada orang yang beranggapan bahwa mendaftar menjadi peserta JKN – KIS hanya saat terserang penyakit. Bahkan terdapat peserta yang masih tidak mau membayar iuran karena merasa tidak pernah menggunakan kartu JKN – KIS.

“Saya pikir, orang – orang dengan pemikiran seperti itu akan merasa rugi. Karena tidak merasakan manfaat program JKN – KIS, bukan hanya manfaat untuk kita, tapi untuk orang lain. Nilai kebersamaannya juga tidak akan dirasakan bagi mereka yang tidak taat bayar iuran,” tuturnya.

Menurut mahasiswi cantik ini, ia dulu awalnya sempat memandang program JKN – KIS itu sebelah mata. Ia menganggap bahwa tidak perlu menjadi peserta karena dirinya tidak merasa sakit dan membutuhkan perawatan. Namun hal itu berubah ketika neneknya menderita penyakit komplikasi jantung yang berujung operasi di sebuah rumah sakit pemerintah daerah Mataram. Ia mengungkapkan, bahwa berkat program JKN – KIS lah neneknya dapat tertangani dengan baik.

“Sejak kejadian

itu, saya mulai sadar. Darimana uang puluhan juta untuk bayar operasi nenek saya kalau bukan dari iuran peserta JKN – KIS yang lain? Padahal bayar per bulan saja hanya Rp25.500. Kalau banyak yang sakit seperti nenek saya, otomatis biaya yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan juga pasti lebih besar. Kalau bukan dari kita yang bantu, mau siapa lagi?” ujar Maulida, sapaan akrab mahasiswi yang menyandang gelar Putri Kampus Politeknik Pariwisata Lombok ini.

Ia pun menambahkan bahwa apabila nantinya masyarakat ingin bergabung dengan program BPJS Kesehatan, maka diharapkan mereka harus berpikir sehat terlebih dahulu. Jangan beranggapan bahwa program JKN – KIS adalah program untuk orang sakit. Meskipun nantinya kartu tersebut tidak akan pernah digunakan, setiap peserta harus tetap taat melaksanakan kewajibannya dalam membayar iuran. Agar nantinya program ini dapat terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat yang menjadi peserta JKN – KIS.

Pada akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews siang itu (10/07), Maulida berharap pada semua orang yang belum menjadi peserta JKN – KIS, terutama bagi teman – teman seusianya. Ia mengungkapkan bahwa anak muda yang memang masih dalam kondisi produktif, harus menanamkan kebiasaan gotong royong sejak dini dan membantu meringankan beban orang lain, salah satunya dengan menjadi peserta JKN –KIS. (r/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.