Juni, Kader Pendongkrak Iuran JKN-KIS yang Pantang Menyerah

Juni Herliwati

Selong (suarantb.com) – Salah satu tantangan terbesar BPJS Kesehatan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) adalah dengan meningkatkan kolektabilitas pesertanya. Apalagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 260 juta jiwa, membuat BPJS Kesehatan harus mengerahkan beberapa jurus jitu untuk menghadapi tantangan tersebut, salah satunya adalah dengan dibentuknya Kader JKN.

Program yang telah hadir sejak Oktober 2016 ini diibaratkan sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan yang hadir ke tengah – tengah masyarakat. Selain bertugas untuk memberikan edukasi melalui kunjungan, mereka juga sekaligus berperan untuk mengingatkan peserta agar selalu menjalankan kewajibannya membayar iuran.

Adalah Juni Herliwati (44), seorang ibu rumah tangga yang telah mengemban tugas sebagai Kader JKN selama hampir tiga tahun dengan mengelola ribuan peserta yang menunggak iuran. Bagi ibu dua orang anak ini, menjadi seorang Kader JKN adalah bentuk pengabdian dirinya terhadap kesuksesan program pemerintah, yaitu JKN – KIS.

“Menjadi kader JKN itu ada suka dan dukanya. Sukanya itu kalau setiap kunjungan bisa berhasil membuat peserta membayar tunggakan iuran, sekaligus bisa memberikan informasi secara langsung kepada mereka. Kalau dukanya pasti ada, yang penting harus tahan banting dan kuat mental khususnya dalam menghadapi peserta yang memang agak bandel karena menunggak,” ujarnya ketika ditemui tim Jamkesnews saat melakukan collecting pada salah satu peserta.

Adapun tugas

Kader JKN – KIS yaitu menjalankan fungsi pemasaran sosial. Artinya setiap kader yang  melakukan kunjungan akan membawa misi penting untuk mengubah perilaku masyarakat dengan membuat mereka mendaftar menjadi peserta dan rutin membayar iuran. Hal itu lah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Juni. Di sela – sela kesibukannya mengurus rumah tangga, ia tak lupa untuk menjalankan tugasnya sebagai pengingat dan penagih iuran. Buktinya ia pernah menjadi salah satu kandidat kader berprestasi.

“Alhamdulillah saya pernah masuk 10 besar sebagai kader pengumpul iuran terbanyak untuk wilayah provinsi Bali, NTT, dan NTB bulan lalu. Mudah – mudahan ini bisa jadi motivasi untuk saya dan teman – teman kader yang lain agar semakin semangat untuk menjalankan tugas,” tambahnya.

Selama menjadi Kader JKN di bawah naungan Kantor Cabang Selong, Juni seringkali memotivasi peserta kunjungannya agar tidak menunggak. Biasanya ia menceritakan pengalaman – pengalaman peserta lainnya yang telah merasakan manfaat program JKN – KIS. Ia pun selalu menekankan bahwa BPJS Kesehatan itu menggunakan prinsip gotong royong, yang berarti peserta yang sehat maupun sakit harus tetap taat membayar iuran agar program ini dapat berjalan dengan baik.

“Saya selalu mengingatkan peserta untuk rutin bayar iuran karena program ini sangat penting untuk menjamin kesehatan diri, keluarga, dan orang – orang di sekitar kita. Saya harap ke depannya program JKN – KIS bisa semakin sukses dan terus berbenah diri untuk terus menjamin kesehatan masyarakat,” tutupnya. (r/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.