Buktikan JKN-KIS Penting dan Bermanfaat, Biaya Operasi Anak Afriadi Dijamin Sepenuhnya

Lalu Moh. Afriadi Rahman

Praya (suarantb.com) – Ketika orang tua mengetahui buah hatinya terlahir dengan kondisi penyakit jantung bawaan, dapat dipastikan akan timbul banyak kekhawatiran yang memenuhi benak mereka. Akankah anak mereka dapat sembuh? Akankah mereka sanggup menanggung biaya pengobatannya selama perawatan di rumah sakit?

Lalu Moh. Afriadi Rahman (37) menceritakan pengalamannya 4 tahun silam, anaknya yang kala itu berusia 6 bulan didiagnosa menderita kelainan jantung bawaan.
“Pada usia 6 bulan, anak saya sudah didiagnosis kelainan jantung bawaan oleh dokter. Usia 1,5 tahun ia sudah menerima operasi pertamanya dan merasakan 2 kali pemasangan kateter jantung,” ungkapnya ketika ditemui tim Jamkesnews, Jumat siang (13/09).

Mahalnya biaya operasi jantung tidak  menjadi hambatan Afriadi untuk kesembuhan anaknya, karena ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Ia mengaku selama perawatan anaknya, ia tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Sebagai ASN daerah kami merasa kesulitan jika terbentur pada masalah biaya pelayanan kesehatan dan perawatan tertentu, apalagi untuk tindakan-tindakan medis yang membutuhkan biaya besar. Biaya operasi jantung ini sangat mahal dan menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan. Namun saya bersyukur ada JKN-KIS, jadinya saya tidak keluar biaya 25 rupiah pun untuk operasi anak saya di RS Harapan Kita di Jakarta. Saya tidak bisa membayangkan jika saya bukan peserta JKN-KIS, yang lebih parah lagi saya tidak bisa membayangkan jika program JKN-KIS ini terhenti atau tidak ada,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Bonjeruk Kecamatan Jonggat ini juga menuturkan bahwa sangat bersyukur ia menjadi Peserta JKN-KIS, karena tidak akan pernah merasa khawatir dengan biaya pengobatan dan pelayanan kesehatan yang begitu tinggi.

“Saya

benar-benar merasakan sendiri manfaat program JKN-KIS ini. Dan tidak cuma saya yang merasakannya, banyak peserta lain, mungkin jumlahnya jutaan yang benar-benar butuh program ini untuk mengobati penyakit mereka. Cuma sayangnya masih banyak juga masyarakat yang tidak menyadari pentingnya program ini. Bahkan ada yang dengan sengaja tidak mau membayar iuran dengan alasan selama ini sehat-sehat saja. Kita kan tidak tahu kapan datangnya sakit, makanya seharusnya masyarakat sadar untuk mengikuti program ini dan bayar iuran untuk jaga-jaga. Jangan lupa juga untuk  mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan dan rumah sakit, saya rasa tidak akan ada masalah,” lanjutnya.

Kepala Puskesmas termuda di Lombok Tengah ini sempat berceletuk terkait fenomena peserta JKN-KIS yang menunggak dengan alasan tidak mampu untuk membayar iuran. Ia pun menganalogikan contoh kasusnya pada seorang perokok.

“Andaikan saja mereka tidak merokok selama 4 hari, maka mereka sebenarnya akan mampu untuk membayar iuran. Bayangkan saja, rata-rata perokok itu bisa menghabiskan 2 bungkus rokok sehari dengan harga 20 ribuan. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk menunggak iuran. Ini untuk kepentingan mereka sendiri sebenarnya. Kalau masyarakat sadar saya rasa tidak akan ada lagi yang masuk dalam kategori menunggak, kecuali yang memang benar-benar tidak mampu”, ungkapnya.

Pada akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews, Afriadi mengungkapkan harapannya agar semakin banyak orang yang ikut menjadi peserta JKN-KIS dan berpartisipasi menyukseskan program ini. Ia juga berterimakasih kepada program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan dan berharap agar tindakan operasi kedua anaknya nanti dapat berjalan lancar, hingga anaknya dapat sembuh seperti sedia kala. (r/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.