Target RPJM, 2021 Semua Desa / Kelurahan Berstatus STBM

Rakor program lima pilar STBM di gedung Dharma Wanita Kabupaten Dompu, Selasa (24/9). (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Dompu ditargetkan tuntas di 2021 sesuai rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2016 – 2021. Saat ini baru 39 Desa/Kelurahan yang berstatus Desa STBM dari 81 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Dompu. Target ini akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah (Pemda) dalam mewujudkan kesehatan berbasis lingkungan.

Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes. (Suara NTB/ula)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB mengungkapkan, program sanitasai total berbasis masyarakat di Dompu sudah berjalan dan tinggal didorong semua pihak untuk turut serta mensukseskan. Karena program ini lebih menitik beratkan pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Karena banyak penyakit berbasis lingkungan terjadi, baik disebabkan oleh virus, oleh binatang, dan oleh nyamuk.

Yang disebabkan oleh virus seperti ISPA, TBC paru, diare, polio, campak dan kecacingan. Disebabkan oleh binatang seperti flu burung, pes, dan antrax. Serta disebabkan oleh nyamuk diantaranya DBD, chikungunya, dan malaria. “Ini semua harus dijaga dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Ada 5 pilar STBM, diantaranya tidak buang air besar disembarang tempat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengelola air minum rumah tangga, mengolah sampah rumah tangga, dan mengolah limbah cair rumah tangga. “Untuk mewujudkan itu, tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan, tapi butuh kerjasama semua pihak di lintas sektor, termasuk Desa,” katanya.

Sekretaris

Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, M Jufrin, ST, MSI usai acara rakor progres 5 pilar STBM tingkat Kabupaten Dompu di gedung Dharma Wanita, Selasa (24/9/2019) kemarin mengungkapkan, dalam RPJMD Kabupaten Dompu tahun 2016 – 2021 ditargetkan semua Desa / Kelurahan se Kabupaten Dompu pada 2021 sudah berstatus Desa/Kelurahan STBM. Saat ini baru 39 Desa/Kelurahan yang berstatus STBM. “Masih ada 42 Desa yang belum STBM,” katanya.

Rakor ini, kata Jufrin, lebih kepada evaluasi dan memberikan catatan masukan untuk perbaikan target RPJMD tentang STBM. Kebetulan Plan Internasional yang sejak awal fokus mendampingi program STBM di Dompu telah berakhir program kemitraannya di Dompu sejak Agustus 2019 lalu. “Jangan sampai setelah Plan Internasional tidak lagi berada di Dompu, program kerja yang berkaitan dengan STBM ini berhenti,” katanya.

Bappeda sebagai leading sector terkait STBM, menjamin program STBM ini tetap terlaksana dalam mewujudkan target RPJMD. Terlebih di setiap tingkatan sudah terbentuk pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) tingkat Desa, Kecamatan, dan tingkat Kabupaten. “Desa sangat berperan dalam mewujudkan STBM melalui Dana Desa dan memotivasi masyarakat akan arti penting kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Jufri, suatu Desa dinyatakan Desa/kelurahan STBM bila memenuhi syarat capaian 5 pilar STBM. Untuk mencapai itu, uang bukan segala – galanya. Karena pilar tidak BAB sembarangan harus 100 persen. Sisanya bisa 80 – 100 persen. “Jadi yang pertama, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Jufrin. (ula/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.