Dikes NTB Tertarik Kerjasama DPIM

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menjaga keberlanjutan dari komitmen kerjasama yang dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) oleh Pemprov NTB dan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM). Kerjasama tersebut dinilai dapat meningkatkan hasil pemasaran obat produksi serta kinerja rumah sakit di NTB.

Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH, menerangkan, pihaknya juga telah melakukan pembicaraan dengan DPIM selaku pihak yang akan berinvestasi. ‘’Sudah kita ajak ke (Laboratorium) Hepatika, produsen reagen cepat kita,’’ ujarnya dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 12 September 2019.

Selain itu, produk obat yang ada di Malaysia dan NTB cukup berbeda. Yaitu NTB memproduksi obat untuk penyakit tidak menular sementara Malaysia memproduksi obat untuk penyakit menular. Untuk itu, kemungkinan menjadikan DPIM sebagai agen pemasaran produk Laboratorium Hepatika ke luar negeri dinilai cukup besar.

Baca juga:  Delegrasi NTB Jajaki Investor China

‘’Ada beberapa hal yang mau kita seriusi,’’ ujar Dewi. Salah satunya adalah kerjasama dengan KPJ Healthcare Bhd yang merencanakan investasi di NTB. Dimana perusahaan bidang kesehatan tersebut merupakan perusahaan yang menaungi 30 rumah sakit di berbagai negara, seperti Kuala Lumpur, Indonesia, Bangladesh, dan Arab Saudi.

Menurut Dewi, Malaysia selama ini terkenal dengan sistem pemasarannya, termasuk untuk bidang kesehatan. Mengingat KPJ Healthcare Bhd merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang tersebut, maka kerjasama menguntungkan diharapkan bisa terjalin.

‘’Kita akan membangun rumah sakit dan membenahi rumah sakit kita. Mungkin bisa ditransfer (pengetahuan) tentang pengelolaan rumah sakit,’’ ujarnya.

Selain itu, pembangunan pabrik farmasi juga dirasa mungkin dilakukan jika kerjasama benar-benar terjalin. Salah satunya untuk pembuatan ekstrak rempah-rempah dan tanaman obat yang berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) NTB. ‘’Kita lihat sisi farmatikalnya. Kita mau lihat mereka punya rencana bisnis seperti apa di NTB ini,’’ kata Dewi.

Baca juga:  Delegrasi NTB Jajaki Investor China

Sebelumnya, beberapa perwakilan perusahaan besar Malaysia yang tergabung dalam DPIM mengunjungi NTB sejak 8 September lalu. Kunjungan tersebut ditujukan untuk mengelaborasi kemungkinan kerjasama dalam 23 bidang yang dinaungi OPD lingkup Pemprov NTB.

Pemprov NTB kemudian melakukan penandatanganan LoI, Rabu, 11 September 2019. Pada hari pertama kunjungan, telah dilakukan juga diskusi mendalam serta kunjungan lapangan yang melahirkan LoI tersebut untuk kerjasama dalam beberapa bidang seperti pariwisata, lingkungan hidup, perdangangan, industri, dan kesehatan. (bay)