Dikes Optimis Hasil Akreditasi Puskesmas Dompu Kota Naik

Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin mendapat kue tart dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu di hari reakreditasi Puskesmas Dompu Kota, Rabu (28/8) lalu karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu merasa optimis hasil reakreditasi puskesmas Dompu kota akan naik dari level dasar. Kendati harapannya bisa meraih akreditasi paripurna, untuk mencapai itu dirasa masih berat. Setelah puskesmas Dompu kota melakukan reakreditasi di tahun 2019, pada 2020 mendatang ada 4 puskesmas yang akan direakreditasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Jumat (30/8/2019) lalu mengungkapkan, tim surveyor yang melakukan perekaman terhadap reakreditasi Puskesmas Dompu kota akan menyelesaikan tugasnya hingga Jumat sore dan langsung pulang pada Sabtu (keesokan harinya) kemarin. Hasil potret atas kondisi di Puskesmas Kota, tim akan menyampaikan ke Badan Akreditasi Nasional di pusat. Badan akreditasi ini yang akan menerbitkan akreditasinya. “Hasilnya bisa 2 bulan, bahkan 6 bulan,” kata Hj. Iris.

Kendati demikian, Hj. Iris mengaku optimis hasil akreditasi Puskesmas Dompu Kota akan naik level dari akreditasi dasar yang didapat tahun 2016. Karena secara administrasi, fasilitas layanan di Puskesmas maupun pada masyarakat cukup lengkap.

Puskesmas Dompu kota yang melakukan reakreditasi tahun 2019 ini karena akreditasi dasar yang didapat tahun 2016 lalu akan berakhir Oktober 2019 mendatang. Begitu juga dengan Puskesmas Kempo dan Ranggo juga akan melakukan reakreditasi pada Maret atau April 2020 mendatang, setelah itu diikuti puskesmas Dompu Barat dan Puskesmas Dompu Timur juga tahun 2020.

Dari sembilan Puskesmas di Dompu, semuanya sudah terakreditasi. Puskesmas Calabai meraih akreditas utama, dan 4 puskesmas akreditasi madya yaitu Puskesmas Dompu Barat, Puskesmas Dompu Timur, Puskesmas Rasabou, dan Puskesmas Kilo. Sementara akreditasi dasar didapat Puskesmas Dompu Kota, Puskesmas Kempo, puskesmas Soriutu, dan Puskesmas Ranggo. Ketentuannya, untuk akreditasi dasar hingga utama akan diakreditasi kembali setelah 3 tahun. “Kalau akreditasi paripurna, masanya 5 tahun baru diakreditasi kembali,” kata Nasrullah, SKM tenaga pendamping akreditasi puskesmas di kabupaten Dompu.

Reakreditasi Puskesmas Dompu Kota ini dimulai sejak Rabu (28/8/2019) lalu dengan ketua tim, Antonius Prayogi, SKM, MKM dari Mempawa Kalimantan Barat. Ia didampingi Dr Husin Fahmi, MPH dari Kota Mataram NTB, dan Sujana, SKM, M.Sc dari Kota Tangerang Banten. Ketiganya merupakan surveyor yang ditunjuk Badan Akreditasi Nasional untuk melakukan perekaman kondisi fasilitas kesehatan (Faskes) yang diakreditasi.

Pada penerimaan tim akreditasi ini, Bupati Dompu, Drs H. Bambang M Yasin menyampaikan, apa yang ada dan terjadi di Puskesmas Dompu Kota merupakan kondisi yang terjadi selama ini dan tidak dibuat – buat karena mau diakreditasi. Terlebih puskesmas Dompu kota berada di belakang Pandopo Bupati dan rumah kepalanya berada di depan Puskesmas. “Insyaallah akreditasinya naik,” katanya.

Harapan H. Bambang agar puskesmas Dompu Kota ini naik akreditasinya disambut dengan paripurna oleh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas Dompu Kota yang hadir. Karena akreditas dasar yang diraih 3 tahun lalu merupakan tahun pertama proses akreditasi bagi layanan kesehatan di NTB. Kendati demikian, H. Bambang berharap, dari 4 akreditasi yaitu dasar, madiya, utama dan paripurna. Paling tidak akreditasi utama didapat untuk puskesmas Dompu Kota. “Jadi minta itu, jangan beratkan orang yang diminta. Kalau bisa bintang 5 (akreditasi paripurna), saya lebih suka,” katanya diplomatis.

Ketua tim survei akreditasi Kemenkes RI, Antonius Prayogi, SKM, MKM dalam sambutan singkatnya menyampaikan sebagai tim surveyor pihaknya tidak bisa menjamin dan menjanjikan untuk hasil. “Tetapi untuk hasil itu ada di tangan teman – teman puskesmas. Karena kami hanya memotret. Kalau mau dasar, berlaku seperti dasar. Kalau mau madya, berarti berlaku seperti madya. Begitu juga kalau paripurna. Kalau mau paripurna, berlakunya seperti paripurna,” katanya.

Tapi ia meyakinkan, sebagai surveyor, pihaknya berprinsip akan tetap membimbing fasilitas kesehatan yang disurvei. Ketika ada kekeliruan yang disalahkan, dipastikan ada jalan keluarnya. “Tapi tetaplah yakin, kami akan membimbing. Kami akan memberikan yang terbaik kepada teman – teman di sini. Supaya layanan mutu bisa tercapai,” ungkapnya. (ula/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.