Tingkatkan Pelayanan KB, BKKBN NTB Gelar ‘’Pre-Service Training’’

Foto bersama Tim Pre-Service BKKBN NTB, Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M.Si., Wakil Dekan III FK Unram, dr. Arfi Syamsun, Sp.F., dan beberapa peserta Pre-Service Training (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB menggelar penguatan program Pre-Service Training bagi institusi pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram), Senin, 2 September 2019. Kegiatan tersebut merupakan yang pertama digelar di NTB guna meningkatkan standarisasi tenaga kesehatan serta pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) di NTB.

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M.Si., menerangkan bahwa dihadirkannya program Pre-Service Training di NTB adalah untuk menjawab masalah kependudukan yang menjadi bagian dari program pembangunan. “BKKBN pusat maupun provinsi harus meningkatkan kinerja dan memperkuat kerjasama dengan seluruh mitra kerja dan stakeholder,” ujarnya kepada Suara NTB ditemui seusai kegiatan.

Program Pre-Service Training sendiri ditujukan untuk menyukseskan tercapainya target dan sasaran dari RPJMN/Restra 2015-2019. Di antaranya persentase Laju Pertumbuhan Penduduk 1,38 persen; angka kelahiran total per wanita usia subur (WUS, 15-49 tahun) 2,37 persen; persentase pemakaian kontrasepsi 65,2 persen; persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi 10,60 persen, angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun 46 per 1000 kelahiran, dan persentase kehamilan yang tidak diinginkan dari WUS 7,1 persen.

“Perlu dilakukan penajaman arah kebijakan dan strategi,” ujar Makripuddin. Dengan diadakannya Pre-Service Training di FK Unram diharapkan muncul tenaga kesehatan yang kompeten dalam pelayanan KB untuk memenuhi kebutuhan di fasilitas kesehatan. Hal itu disebut

Makripuddin akan sangat mendukung tercapainya pelayanan KB yang maksimal dan berkualitas.

BKKBN NTB telah mengirimkan perserta yang berasal dari FK Unram dan FK Universitas AL-Azhar untuk mengikuti Modul Training of Traine (TOT) ke Yogyakarta. “Alhamdulillah kegiatan pre service ini bisa langsung ditindaklanjuti oleh FK Universita Mataram,” ujar Makripuddin.

Sebagai salah satu terobosan yang dilakukan oleh Menanggapi hal tersebut Wakil Dekan III FK Unram, dr. Arfi Syamsun, Sp.F., menerangkan bahwa dari segi akademis mahasiswa Kedokteran Unram telah dibekali kompetensi sesuai standar kompetensi dokter Indonesia. Hal itu termasuk pemasangan KB jangka panjang seperti implant dan KB spiral (IUD). “Itu sudah ada dalam keterampilan medik,” ujar Arfi dalam sambutannya.

Pemenuhan kompetensi KB wajib hukumnya bagi Mahasiswa FK Unram. “Kalau tidak lulus, (mereka) tidak bisa selesai (kuliah) seperti ini,” ujar Arfi. Namun, diakuinya bahwa aspek yang perlu ditingkatkan adalah praktik langsung lapangan, di mana dalam kurikulum di FK seluruh Mahasiswa masih berlatih menggunakan boneka. “Kalau pada manusia beneran, saya belum jamin,” sambungnya.

Untuk itu, Arfi menerangkan pihaknya menyambut hangat program Pre-Service Training yang diadakan BKKBN. Hal itu sebagai salah satu bentuk pemahiran yang memang harus diambil oleh mahasiswa Kedokteran sebelum mulai melaksanakan praktik medis apapun. “Pemahiran itu selama 10-12 bulan. Mudah-mudahan salah satu pemahiran yang akan diberikan adalah pemasangan KB jangka panjang,” ujarnya. (bay)