DP2KBP3A Lobar Fasilitasi MOW Gratis

Direktur Rumah Sakit Awet Muda Narmada Aan Surya Natha dengan didampingi Kasubbid Jaminan Kesertaan KB BKKBN NTB dan tim dokter mengunjungi salah seorang peserta MKJP yang melaksanakan MOW di Rumah Sakit Awet Muda, Kamis (29/8) (Suara NTB/bay)

Giri Menang (Suara NTB) — Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lombok Barat (Lobar) terus mendorong terwujudnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Salah satunya dengan memberikan program pelayanan untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) secara gratis.

Kabid KB DP2KBP3A Lombok Barat, Zulyadin, S.Pd, menerangkan pihaknya mengadakan program tersebut untuk mengakomodir pelayanan MKJP, khususnya Metode Operatif Wanita (MOW). “Lombok Barat punya target 6.000 lebih acceptor (penerima) untuk MKJP,” ujarnya kepada Suara NTB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Awet Muda Narmada, Kamis, 29 Agustus 2019.

Menurutnya, program tersebut memfasilitasi 20 keluarga yang ingin melaksanakan MKJP, apalagi selama ini program tersebut terkendala jumlah penyuluh KB yang kurang. “Rasio penyuluh KB di Lombok Barat 1 orang membina 3 desa,” ujar Zulyadi.

Tantangan ini berusaha dijawab dengan memanfaatkan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), yaitu penggerakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui tenaga Pembantu Pembina KB Desa ataupun Sub Pembantu Pembina KB Desa sampai ke tingkat dusun.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan inovasi dengan menyusun program Pasangan Usia Subur Peserta Aktif Keluarga Berencana (Puspa Kencana) yang menyediakan pelayanan kontrasepsi gratis dengan meminjam tenaga medis dari BLUD milik pemerintah. “Alhamdulillah dari provinsi kita dibantu fasilitasi kegiatan ini sehingga bisa melayani seperti kali ini,” ujarnya.

Zulyadi berharap ke depan kerjasama antara stakeholder terkait dapat terus dilakukan untuk menyukseskan program MKJP. Mengingat MKJP merupakan salah satu program pemerintah untuk pengendalian jumlah penduduk yang bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seandainya sukses dijalankan.

Senada dengan itu Kasubbid Jaminan Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta sebagai Perwakilan BKKBN NTB, Mia Oktora, menerangkan setelah beberapa tahun vakum, pelayanan baksos KB Tubektomi  kali ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Lobar.

Selama ini program tersebut terkendala dikarenakan belum adanya tim medis MOW dengan teknik laparoskopi tanpa gas yang terlatih dan ahli dalam melayani MOW secara masal di Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu, dirinya secara khusus menyampaikan terima kasih terhadap seluruh pihak yang mendukung.

Pelayanan Baksos KB MOW dilakukan oleh dr. Moh. Khoiron Tamami, Sp.OG bersama tim dari RSUD dr. Soejono Selong.

Diterangkan Mia program KB MOW merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2019. Dalam prosesnya, masyarakat yang ingin melaksanakan Kontrasepsi Mantap akan difasilitasi secara gratis.

Untuk melakukan KB MOW sendiri pasangan suami-istri syaratnya harus benar-benar mantap, sudah tidak ingin hamil lagi, berusia 35 tahun ke atas dan telah memiliki dua orang anak atau lebih yang sudah dewasa. Untuk pasangan yang baru memiliki satu anak atau dua anak yang masih kecil, program tersebut tidak dianjurkan. Selain itu, dibutuhkan juga izin dari pasangan jika benar-benar ingin melakukan metode kontrasepsi jangka panjang.

Selaku penyedia fasilitas Direktur Utama Rumah Sakit Awet Muda Narmada, dr. Aan Surya Natha, menerangkan pihaknya mendukung penuh program BKKBN, khususnya untuk wilayah Lombok Barat. Mengingat kesadaran KB di masyarakat Lobar yang cukup tinggi dan perlu diakomodir. (bay)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.