Lindungi Semua Lapisan Masyarakat, Sumarni Andalkan JKN-KIS

Selong (suarantb.com) – Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 telah menetapkan bahwa status kepesertaan kepala desa dan perangkat desa masuk dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang ditanggung oleh pemerintah. Seperti halnya yang diungkapkan oleh salah satu perangkat Desa Gadung Mas, Sumarni (40) ketika mengunjungi Kantor Cabang Selong.

Ia merasa tenang sekaligus senang karena hak-haknya sebagai perangkat desa telah terpenuhi dengan memiliki jaminan kesehatan. Bukan hanya dirinya saja, anggota keluarganya pun ikut terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS).

“Alhamdulillah, sejak 2018 lalu, semua aparat desa Gadung Mas sudah memiliki kartu JKN – KIS. Kami dan keluarga jadi merasa aman karena sudah punya perlindungan kesehatan,” ungkap Sumarni ketika ditemui oleh tim Jamkesnews Rabu pagi (14/08).

Gadung Mas merupakan salah satu dari 18 desa di Kecamatan Sakra Barat yang telah sukses bergabung dalam program yang diusung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurut Sumarni, hal tersebut dapat memotivasi masyarakat lainnya untuk ikut bergotong royong mendaftarkan diri sebagai peserta JKN – KIS sehingga nantinya Universal Health Coverage (UHC) bisa tercapai.

“Kami juga berupaya agar masyarakat memperoleh haknya untuk

mendapatkan pelayanan jaminan kesehatan. Misalnya terkait perubahan identitas yang belum sesuai di kartu JKN – KIS, bisa dikelola secara kolektif oleh aparat desa. Jadinya, memudahkan layanan untuk mereka,” tuturnya.

Keikutsertaan kepala desa dan perangkat desa dalam program jaminan sosial juga telah diatur dalam Peraturan Bupati Lombok Timur No 2 Tahun 2019. Dijelaskan bahwa memang terdapat dana desa yang dikeluarkan secara khusus untuk membayar iuran JKN – KIS perangkat desa. Oleh karena itu, menurut Sumarni seharusnya sudah tidak ada lagi desa yang belum mendaftarkan aparatnya dalam kepesertaan program JKN – KIS.

“Karena sekarang sudah ada regulasinya, harapan saya semua desa bisa mendaftarkan perangkatnya tanpa terkecuali. Kalau sudah punya jaminan kesehatan, bekerja bisa semakin tenang,” kata Sumarni.

Ia juga menghimbau agar masyarakat mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Karena menurutnya, JKN – KIS merupakan satu-satunya program layanan kesehatan terbaik yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Apa pun profesi dan statusnya, setiap warga pasti bisa memiliki perlindungan kesehatan.
“Hanya saja, perlu kesadaran yang tinggi dari setiap orang. Terutama ketika memenuhi kewajiban untuk membayar iuran. Agar nantinya tidak ada masalah ketika sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutupnya. (r/*)