Tujuh Jemaah Haji asal Kota Mataram Dilarikan ke Klinik

Ilustrasi penanganan medis (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemulangan jemaah haji asal kota Mataram tiba di asrama haji Loang Baloq, Selasa, 20 Agustus 2019 pada pukul 08:00 wita. Sebanyak tujuh jemaah haji dilarikan ke klinik lantaran mengalami kelelahan dan sesak nafas saat dalam penerbangan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Dikonfirmasi Suara NTB, Kepala Kantor Kemenerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Burhanul Islam menyampaikan, sebanyak tujuh jemaah haji asal Kota Mataram dilarikan ke klinik yang ada di Asrama Haji. “Dua laki-laki dan lima perempuan mendapat perawatan saat tiba di asrama haji. Kita belum pastikan siapa saja orangnya dan dari mana. Yang jelas saat ini mereka sedang dirawat di klinik Asrama Haji hingga pulih,” kata Burhanul.

Menurut Burhanul,  jemaah haji yang mendarat di Lombok Internasional Airport dari Arab Saudi mengalami

kelelahan selama berada di dalam pesawat. Sampai di LIA petugas medis langsung membawa  jemaah haji untuk dirawat di klinik. “Insha Allah tidak ada penyakit serius yang diderita jemaah haji kita. Indikasinya ialah karena kelelahan dan sesak nafas,” tegas Burhanul.

Salah satu jemaah asal Ampenan yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyampaikan, selama  di atas pesawat membuatnya merasa pegal saat mendarat di LIA. “Memang ini perjalanan jauh. Untuk itu, saya selalu menjaga kondisi badan saat berada di dalam pesawat,” katanya.

Kendati demikian, Burhanul memastikan, koper para jemaah haji tidak ada yang hilang. Pada pukul 13:00 Selasa kemarin, semua koper jemaah haji asal kota Mataram telah diserahkan kepada pemiliknya. “Sebanyak 454 jemaah yang mendarat di Mataram sudah terima kopernya. Alhamdulillah sudah tiba dengan selamat, tidak ada yang hilang,” katanya. (viq)