Arpan Wahyudi Nyaris Tewas Digigit Anjing

Arpan Wahyudi

Selong (Suara NTB) – Pada hari kemerdekaan RI ke 74, Sabtu,  17 Agustus lalu,  Arpan Wahyudi (9) diserang dua ekor anjing galak. Bocah kelas 3 SDN 4 Korleko ini nyaris tewas terkena gigitan. Gigi tajam dua ekor anjing ini menyobek bagian kepala dan kaki korban.

Kronologis kejadiannya, Arpan bersama temannya Muhammad Rizal sedang membuat layang-layang di kebun belakang rumahnya. Tiba-tiba dua ekor anjing menyerang. Rizal yang tak sempat terkena gigitan langsung lari sambil teriak minta tolong warga.

Arpan berhasil lepas dari gigitan anjing setelah kerumunan warga datang. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Korleko menggunakan sepeda motor dengan harapan dapat pertolongan medis. Naas bagi Arpan, di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) itu korban tak menerima pertolongan apa-apa.

Menurut penuturan Ruspan, tetangga korban, petugas piket menyuruh korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Selong menggunakan sepeda motor. Hal ini sangat disayangkan karena kondisi korban cukup memprihatinkan. “Korban berlumuran darah, kenapa tidak diantar pakai ambulan Puskesmas, padahal ambulannya ada,” tuturnya.

Sikap petugas piket di puskesmas ini pun sangat disesalkan Kepala Desa Tirtanadi, Ruspan. Dikatakan, tidak sepantasnya petugas medis memperlakukan korban yang kala itu sangat membutuhkan pertolongan. Kades pun akan melaporkan prilaku buruk petugas medis tersebut ke Bupati.

“Korban sempat pingsan dan baru sadarkan diri ketika sampai di rumah sakit” tutur Ruspan usai menjenguk korban di RSUD Selong. Menurutnya tidak sepatutnya pihak puskesmas memperlakukan pasien seperti itu. Harusnya diantarkan pakai ambulan.

Terhadap anjing liar,  Kades Tirtanadi ini mengatakan akan coba melakukan tindakan eliminasi. Pasalnya kejadian serupa anak anak kena gigitan anjing berulang kali terjadi.

Kepala Puskesmas Korleko Budiman saat dikonfirmasi siap akan memberikan teguran keras kepada karyawannya. “Terima kasih atas infonya, nanti saya akan tindaklanjuti,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Hasbi yang akan menindaklanjuti kasus tersebut lebih jauh. (rus)