Pemprov Perbaiki 20 Unit, 144 Pustu dan Polindes Rusak Berat Akibat Gempa

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menginginkan akses pelayanan kesehatan segera kembali ke desa dengan memperbaiki Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Bersalin Desa (Polindes). Jumlah Pustu dan Polindes yang rusak berat akibat gempa 2018 lalu mencapai 144 unit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH mengatakan, Pemprov NTB lewat APBD 2018 memperbaiki sebanyak 20 unit Pustu dan Polindes. ‘’Kita gabung Pustu dan Polindes satu bangunan,’’ katanya dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Nurhandini merincikan, 154 Pustu dan Polindes yang rusak berat akibat gempa. Pustu yang rusak berat sebanyak 67 unit sedangkan Polindes 77 unit. Perbaikan fasilitas kesehatan yang dilakukan Dikes, digabungkan. Pustu dan Polindes dibangun satu bangunan.

Baca juga:  Indikasi Penyimpangan Dana RTG, Polda NTB Bakal Periksa Pokmas dan Aplikator

Selain diperbaiki oleh Pemprov, kata Nurhandini, juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 10 unit. Kemudian Bulan Sabit Merah membangun 3 Pustu dan Polindes. Sehingga total Pustu dan Polindes yang diperbaiki sebanyak 33 unit.

Sebanyak tujuh kabupaten/kota terdampak gempa 2018 lalu. Yakni, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Dari tujuh kabupaten/kota, Lombok Utara terkena dampak paling parah. Karena hampir 80 persen bangunan rusak. Sehingga perbaikan Pustu dan Polindes di KLU masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

‘’Kalau Lombok Timur, tahun ini mereka selesaikan,’’ terangnya.

Untuk memperbaiki satu Pustu dan Polindes dibutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta. Perbaikan Pustu dan Polindes ini, lanjut Nurhandini merupakan tanggung jawab Pemda.

Baca juga:  Percepat Rehab Rekon, Penerapan Zonasi RTG Belum Sepenuhnya Berjalan

Di beberapa daerah terdampak gempa, kata Nurhandini, masih berdiri tenda untuk pelayanan kesehatan masyarakat korban gempa. Dari delapan tenda yang dibangun Dikes NTB, masih ada empat tenda yang berdiri. Keberadaan tenda tersebut, katanya untuk memperlancar pelayanan kesehatan.

Diharapkan, perbaikan Pustu dan Polindes di kabupaten/kota segera selesai. Sehingga akses pelayanan kesehatan kembali ke desa. Sedangkan untuk perbaikan Puskesmas yang rusak, ditargetkan pada 2019 ini sudah rampung semuanya.

Begitu juga RSUD Tanjung Lombok Utara yang rusak parah akibat gempa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengalokasikan anggaran Rp80 miliar untuk memperbaiki RSUD Tanjung. Rencananya, pada Hari Ulang Tahun (HUT) KLU, pelayanan akan dipindah ke sana. (nas)