Kemenkes Tetapkan RSUP NTB Jadi ‘’Medical Tourism’’

Direktur RSUP NTB, H. L. Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB menjadi medical tourism di Indonesia. Penetapan RSUP menjadi medical tourism karena NTB merupakan daerah tujuan pariwisata baik wisatawan domestik dan mancanegara.

‘’Sekarang kita sudah ditetapkan Kemenkes sebagai medical tourism. Ke depan akan menunjang kegiatan MotoGP Mandalika,’’ kata Direktur RSUP NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS dikonfirmasi Suara NTB disela-sela rapat paripurna di DPRD NTB, Selasa, 9 Juli 2019 siang.

Dengan ditetapkannya RSUP NTB menjadi medical tourism, Hamzi mengatakan ke depan tenaga kesehatan harus menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris. Bahkan dalam rekrutmen tenaga kesehatan yang dilakukan saat ini, persyaratan bahasa asing menjadi poin bagi tenaga kesehatan yang melamar menjadi pegawai RSUP NTB.

‘’Selain meningkatkan kemampuan bahasa, teman-teman kita dorong kursus singkat di luar negeri. Karena kita prospeknya cukup bagus untuk pengembangan medical tourism  ke depan,’’ ucapnya.

Salah satu layanan unggulan di RSUP NTB yang dapat dijual untuk medical tourism adalah layanan pengobatan penyakit kanker. RSUP NTB sudah memiliki alat yang canggih untuk pengobatan penyakit kanker.

Untuk mendukung medical tourism ini, kata Hamzi memang perlu kolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Pihak RSUP menyiapkan pelayanan dari sisi medis. Sedangkan Dinas Pariwisata dapat menjual paket wisata medical tourism NTB.

Untuk mendukung pengembangan medical tourism di NTB, kata Hamzi, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk pembangunan gedung trauma centre dilengkapi dengan helipad. Gedung trauma centre tersebut diperlukan untuk mendukung gelaran MotoGP 2021.

Hamzi menyebutkan, pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp92 miliar untuk pembangunan gedung trauma centre enam lantai dilengkapi helipad. Usulan anggaran sudah masuk ke Biro Perencanaan Kemenkes untuk dapat dialokasikan dalam APBN 2020.

‘’Di situ ada layanan lain untuk menunjang trauma centre. Misalnya tempat layanan luka bakar. Sebenarnya sudah ada sekarang, tinggal kita pindah saja kalau gedung itu sudah jadi. Gedung ini plusnya ada helipadnya,’’ kata Hamzi. (nas)