Bupati Terima Kunjungan Tim Medis Rumah Sakit Terapung

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril dan tim medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) Surabaya, Kamis (7/4). (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc didampingi Kadis Kesehatan, Kabag Humas dan Protokol, dan Camat Labuhan Badas, menerima kunjungan tim medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) Surabaya, terkait rencana kegiatan ekspedisi medis pulau-pulau perbatasan yang dilaksanakan dalam rangka bhakti sosial dalam rangka HUT RI ke-74 tahun 2019, Kamis, 4 Juli 2019.

Bupati menyambut positif dan bersyukur atas pelayanan untuk operasi katarak, dan bibir sumbing yang akan diberikan RSTKA untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa yang rencana dilaksanakan mulai 15- 19 Juli 2019 mendatang. Bupati minta kepada Kadis Kesehatan agar dapat berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait dalam hal ini Satpol PP dan Dinas Perhubungan terkait masalah keamanan selama kegiatan operasi di Kapal RSTKA. Bupati berharap agar semua kegiatan dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Sementara itu, perwakilan tim medis RSTKA dr. Gadis menyampaikan, sejak diresmikan 11 Nopember 2017, RSTKA baru mampu menjalani pelayaran dan melakukan pelayanan ke-25 pulau terpencil di Indonesia. Tujuh diantaranya adalah pulau-pulau jauh perbatasan. Adapun visi kegiatan ekspedisi medis pulau-pulau adalah menjadi rumah sakit bergerak yang berstandar nasional untuk masyarakat kepulauan, dengan tujuan untuk mengatasi masalah kesehatan dipulau-pulau terpencil dan membantu upaya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terpencil. Dengan misi menyelenggarakan fungsi pelayanan kesehatan berstandar nasional yang komprehensif dan yang mengutamakan keselamatan pasien untuk masyarakat kepulauan, menyelenggarakan tata kelola rumah sakit bergerak yang proaktif, professional dan berintegritas, menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan penelitian di bidang ilmu kedokteran/kesehatan, ilmu sosial dan budaya, kewirausahaan, lingkungan hidup dan penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat kepulauan, serta mengembangkan kemitraan strategis di tingkat nasional dan internasional dalam bidang pelayanan, pendidikan, pelatihan dan penelitian.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain program pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, kecukupan pangan dan gizi keluarga, penelitian epidemiologi dan pencarian obat-obatan baru, konservasi sumber air dan penyehatan air bersih, pendidikan kewirausahaan berbasis potensi lokal dan kebutuhan pasar, promosi edukasi pengelolaan sampah kepulauan dan konservasi mangrove. Serta penerapan teknologi tepat guna.

Dikatakan, pendekatan pelayanan seperti yang dilakukan RSTKA memang menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil. (arn)