Bupati Lobi Pusat, Kemenkes Siap Bantu Anggaran Pembangunan RSUD Baru Sumbawa

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ina Rosalina Padan dan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril saat peletakan batu pertama RSUD baru Sumbawa. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati, Drs. H. Mahmud Abdullah, pembangunan rumah sakit baru, relokasi RSUD Sumbawa kini akhirnya terwujud dengan peletakan batu pertama oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diwakili Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Dirjen Pelayanan Kesehatan, Senin, 24 Juni 2019 kemarin.

Namun untuk merampungkan pembangunan RSUD baru yang ditargetkan 2020, masih membutuhkan anggaran ratusan miliar rupiah. Sehingga bupati akan berjuang untuk melobi dana pusat. Kemenkes pun menyambut harapan bupati dan berkomitmen akan membantu pembangunan RSUD baru ini sesuai dengan kebutuhan.

Bupati dalam groundbreaking RSUD, menyatakan Pembangunan RSUD Sumbawa tahap pertama tahun ini dengan biaya yang tersedia Rp 35.127.888.000. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, Pemkab akan mengusulkan anggaran ke pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 224.726.766.025 untuk pembangunan 2020.

Sedangkan dari APBD Kabupaten Sumbawa dianggarkan sebesar Rp 100.000.000.000. Dengan total anggaran yang dibutuhkan hingga pembangunan tuntas sekitar Rp350 miliar. Artinya, anggaran yang dibutuhkan masih sangat besar.

Untuk itulah, bupati akan berjuang melobi dana pusat melalui Kemenkes. Termasuk bantuan dari Pemprov NTB. Apalagi dengan kesungguhan Pemkab Sumbawa yang kini telah memulai pembangunan RSUD dan tentu pusat akan melihat progres pembangunannya nanti. ‘’Ketika ini sudah kita mulai, sebelum selesai kita sudah masukkan proposal untuk menyampaikan progres pembangunan tahap awal. Nanti berapa dibantu oleh Kemenkes dan berapa yang kita punya (APBD). Kalaupun kita tidak ada dana, ya jujur kita laporkan saja ke pusat. Tentu pusat akan peduli. Jangan ragu dan percayakan kepada Bupati Sumbawa untuk mengurus dan menjemput bola,’’ujarnya.

Baca juga:  Dua RS di NTB Terancam Turun Jadi Klinik

Bupati juga kembali menegaskan pembangunan RSUD ini sudah merupakan mimpi sejak lama, saat menjabat Wakil Ketua DPRD Sumbawa periode 1999-2004. Hanya bupati waktu itu belum bisa merealisasikan meski sejumlah upaya telah dilakukan. Makanya semangat untuk membangun RSUD baru ini tetap terpatri dan tidak pernah surut hingga saat dirinya menjabat bupati. Apalagi dengan melihat kondisi RSUD yang ada saat ini, sudah tidak layak.

‘’Dana yang tersedia baru Rp35 miliar dari  DAK Rp15 miliar ditambah APBD kita Rp20 miliar. Baru sekitar 10 persen dari total anggaran yang dibutuhkan Rp350 miliar. Kok berani sekali Bupati Sumbawa. Kalau tidak berani,  kapan lagi. Kami akan minta bantuan kepada pemerintah pusat melalui Kemenkes. Insya Allah akan saya kejar tuntas tahun depan,’’ tukasnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. dr. Ina Rosalina Padan SP.,AK,M.Kes.,M.H.Kes pun menyambut harapan bupati. Salah satu upaya mendukung tercapainya akses pelayanan kesehatan yang mantap, pemerintah menyediakan pelayanan baik SDM maupun ketersediaan fasilitas yang berkualitas dan terjangkau.

Hal ini didukung dengan kebijakan tentang mutu pelayanan kesehatan melalui standarisasi perizinan dan akreditasi rumah sakit. RSUD Sumbawa itu sudah mendapatkan akreditasi tingkat madya. ‘’Mudah-mudahan setelah pindah bisa menjadi akreditasi yang lebih tinggi lagi. Tentu SDM harus ditambah untuk dokter spesialisnya. Dengan segala kriteria yang ada sebagai rumah sakit kelas B,’’ terangnya.

Baca juga:  Dua RS di NTB Terancam Turun Jadi Klinik

Direktur juga berjanji menyampaikan ke Menteri Kesehatan terkait kebutuhnan dana pembangunan RSUD Sumbawa. ‘’Dari Kemenkes memberikan dana untuk pembangunan sekian. Dari situ tentu  nanti ada permintaan lanjutan sesuai dengan yang sudah dibangun. Itu diusulkan. Jadi dibangun dulu sesuai dana yang ada, karena di kami itu kalau (sudah) berjalan, itu tidak mustahil akan dikasih. Karena nanti  akan kami telaah, kami datangi dilihat lagi. Asal sesuai data yang ada, pasti akan dilaksanakan,’’jelasnya.

Pihaknya berharap pembangunan awal RSUD ini berjalan dengan baik, tepat waktu dan sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan. ‘’Kami senang karena bupatinya juga semangat. Mudah-mudahan rumah sakit yang akan dilakukan peletakan batu pertama ini masih menjadi bupati sampai jadi. Kami senang banget. Karena tentu sekarang masyarakat sangat membutuhkan,’’kata Direktur.

Yang jelas, Pemkab silakan mengusulkan kembali anggaran sesuai kebutuhan ketika tahap awal ini sudah dibangun. Sebab Kementerian selalu berkomitmen untuk membantu pembangunan RS dimanapun yang mengajukan diri. ‘’Yang jelas ada tahapannya. Kalau dari bupati komitmennya untuk membantu, kita bantu. Dari sisi kesehatan sarana prasarana. Karena kita punya dana alokasi untuk RS tertentu sesuai kebutuhan. Sebenarnya tidak gampang, karena rumah sakit begitu banyak.Tapi karena bupatinya semangat, ya kita pasti semangat,’’pungkasnya. (arn/*)