Mimpi Besar Sejak Lama, Bupati Realisasikan Pembangunan RSUD Baru Sumbawa

M. Husni Djibril (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang representatif di Sumbawa merupakan “wacana warisan” sejak lama. Namun mimpi besar itu kini berhasil diwujudkan oleh pemerintahan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, dengan dilakukannya groundbreaking RSUD baru Senin, 24 Juni 2019 mendatang.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menyatakan, butuh keberanian untuk merealisasikan mimpi ini. Mengingat anggaran yang cukup besar untuk pembangunannya. Namun mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak akan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan melihat kondisi rumah sakit yang ada sekarang sudah tidak layak untuk menampung pasien dan pengunjung yang sangat padat.

‘’Bersyukur karena sudah mau groundbreaking. Karena bagaimanapun juga rumah sakit daerah yang representatif sangat dibutuhkan. Karena kalau kita melihat kondisi rumah sakit umum sekarang kan luar biasa kunjungan masyarakat sangat padat. Menurut saya itu sudah tidak layak lagi. Kemudian itu di tengah kota memunculkan kepadataan, terganggu jalan. Begitu juga pasien dan pengunjung sangat terganggu,’’ katanya, Jumat (21/6).

Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini adalah hajat besar sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbawa. Waktu itu, pihaknya telah mendorong pemerintah agar membangun rumah sakit yang representatif. Namun belum ada keberanian dari Pemkab karena tidak mempunyai dana. Sehingga di bawah kepemimpinannya saat ini, menjadi program utama yang harus diwujudkan.

‘’Itu adalah mimpi besar saya sejak saya menjadi Wakil Ketua DPRD. Dan itu merupakan program utama bagi saya untuk bisa menyelesaikan persoalan rakyat kaitan dengan RSUD yang representatif,’’ tandas bupati.

Pembangunan rumah sakit ini, kata bupati, direncanakan memakan anggaran sekitar Rp250 miliar. Diharapkan pembangunannya dapat diselesaikan dua tahap pengerjaan. Untuk tahap pertama ini, baru tersedia anggaran Rp35 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD. Sedangkan terhadap anggaran Rp200 miliar lebih nantinya akan dikejar ke pemerintah pusat.

‘’Yang diharapkan mudah-mudahan dua tahap. Tahap sekarang ini hanya untuk membuktikan kesungguhan kita Sumbawa. Nanti sisanya Rp200 miliar lebih itu akan saya kejar ke pemerintah pusat,’’ ungkapnya.

Bupati berharap agar pembangunan RSUD nantinya dapat dilakukan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. Selain itu juga diharapkan pelaksanaannya berjalan aman dan lancar. Makanya kepada semua pihak diminta untuk tidak main-main. ‘’Saya akan meminta kepada para pihak yang melaksanakan dan mengawasi kegiatan, agar betul-betul melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak boleh ada yang main-main dan macam-macam,’’ tegasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri mengakui pihaknya sudah melakukan persiapan untuk groundbreaking pembangunan RSUD  yang akan dilaksanakan. Pihaknya juga sudah melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat di Kantor Desa Kerato. Dari sosialisasi tersebut, masyarakat sangat antusias dan mendukung pembangunan. Meskipun diakuinya masih ada permintaan dari warga terkait pengaruh keberadaan rumah sakit nantinya.

‘’Jadi mereka sangat antusias dan mendukung. Cuma warga minta, setelah adanya bangunan rumah sakit bagaimana pengaruhnya terhadap warga. Baik dari segi ekonomi dan lain sebagainya,’’ paparnya.

Pembangunan rumah sakit ini, kata Dede, merupakan tahap pertama dengan anggaran Rp35 miliar. Anggarannya bersumber dari DAK dan DAU untuk pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Rawat Jalan (IRJ).

Pihaknya memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan dengan lancar. Sehingga nantinya dapat terwujud rumah sakit yang representatif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Karena kondisi rumah sakit yang ada sekarang, tidak memungkinkan untuk pelayanan maksimal. (arn/ind)