Sosialisasi Pengawasan Jajanan Anak Sekolah, BBPOM Ingatkan Bahaya Kanker Akibat Makanan Tak Sehat

Narasumber bimtek pengawasan jajanan anak sekolah di KLU pose bersama usai acara, Kamis, 20 Juni 2019. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Mataram, gencar melakukan sosialisasi terkait pengawasan jajanan anak sekolah (PJAS). Kamis , 20 Juni 2019, giliran 125 orang dari unsur kepala sekolah, guru UKS (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK), serta pengurus kantin sekolah mendapat bimbingan teknis menyangkut PJAS yang sehat dan aman dikonsumsi.

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan Bimtek PJAS di KLU, Kepala Balai Besar POM Mataram, Ni GAN Suarningsih, Apt, MH., menjelaskan kegiatan bimtek ini merupakan salah satu program prioritas Nasional Badan POM, sehingga bimtek ini perlu perhatian dan komitmen bersama agar dapat menghasilkan keluaran seperti yang diharapkan.

BBPOM Mataram, kata dia, telah melaksanakan tahapan program Intervensi Keamanan Pangan PJAS tahun 2019 melibatkan lintas sektor. Bimtek dilakukan dengan mengundang OPD dan penyelenggara pendidikan di 10 kabupaten dan kota.

Adapun materi bimtek BBPOM di KLU antara lain, Manajemen Keamanan Pangan, Lima kunci keamanan pangan untuk sekolah, Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin sekolah, higiene sanitasi kantin sekolah (Dikes KLU), Bahan edukasi keamanan pangan sekolah dan monev program intervensi keamanan pangan, masing-masing materi dibawakan  oleh pejabat terkait di  BBPOM.

BBPOM mewanti-wanti bahayanya dampak negatif dari konsumsi bahan pengawet, bahan pemanis yang ada pada jajanan anak sekolah. Misalnya pengawet seperti  boraks, rodamin B, memicu munculnya risiko kanker.

Penyakit itu tidak muncul seketika, namun mulai menimbulkan dampak 5 tahun setelah dikonsumsi. Apabila sudah menyerang tubuh manusia, penyakit itu menyebabkan bisa menyebabkan kematian. “Oleh karena itu mari kita bersama-sama melakukan pembinaan dan mengidentifikasi pedagang pangan yang secara rutin menjual di lingkungan sekolah, termasuk yang menggunakan kendaraan agar mampu menyiapkan jajanan sehat untuk anak-anak sekolah untuk mewujudkan keamanan  pangan sekolah,” ajaknya.

Selain bimtek, BBPOM juga menggelar monev. Monev digelar satu kali di tiap kabupaten. BBPOM akan mengintervensi dulu kemudian dilakukan monev pada bulan Oktober – November mendatang.

Sementara itu, Sekda KLU, Drs. Suardi, MH., pada kesempatan itu menyatakan program Bimtek Keamanan Pangan dalam rangka program intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Menyangkut pangan untuk anak, ia menggaris bawahi  agar orang tua, guru dan pengurus kantin sekolah memastikan jajanan anak sehat, dan aman untuk dikonsumsi. Sebab banyaksekali kasus yang berkaitan dengan keamanan pangan di sekolah.

“Contoh, vitsin penyedap rasa, enak dirasa tapi berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang. Djuga menjadi heran, kok anak-anak alergi, anak bisa darah tinggi, ini salah satunya karena makanan. Kalau sudah begitu, bagaimana kita menciptakan generasi sehat,” papar Sekda.

Selain itu kata Sekda, ancaman yang membahayakan anak sekolah datang dari narkoba. Sebagai daerah wisata, generasi Lombok Utara harus pandai-pandai menjaga pergaulan agar tidak terjerumus.  “Menjadi peran kita bersama untuk menjaga bersama-sama,” tandasnya. (ari)