Bangun RS Internasional di Mandalika, Kemenkes Siapkan Dua Skenario

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan dua skenario untuk penyediaan rumah sakit (RS) internasional menyambut MotoGP Mandalika 2021. Kemenkes menyiapkan  strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menyukseskan NTB sebagai tuan rumah MotoGP.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH menjelaskan, rencana pembangunan RS internasional melibatkan banyak pihak seperti Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pemda Lombok Tengah (Loteng) dan lainnya.

Untuk pembangunan RS internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, ITDC meminta waktu selama sebulan. Karena, sebagai pengelola KEK Mandalika, ITDC juga punya perencanaan.

‘’Tapi ada persiapan jangka pendek, ada persiapan jangka panjang. Jangka pendek itu harus menyiapkan rumah sakit yang ada. Jangka panjang,  membangun rumah sakit yang baru,’’ kata Nurhandini ketika dikonfirmasi Kamis, 18 April 2019.

Baca juga:  NTB Pikirkan Manajemen Transportasi Sambut MotoGP 2021

Ia mengatakan, untuk skenario jangka pendek, Kemenkes memerintahkan mengoptimalkan RSUP NTB. Mengenai hal ini, Pemprov sudah menyiapkan dan sedang dalam memproses untuk pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) yang dibutuhkan.

‘’Kita memang punya dana dari provinsi. Itu yang kita arahkan ke sana,’’ ujarnya.

Nurhandini menambahkan, pembangunan rumah sakit bukan sekadar membangun. Karena ada tim yang dipersiapkan untuk bekerja. Sehingga, pembangunan RS internasional menjadi skenario kedua sembari menyiapkan persyaratan-persyaratannya.

Baca juga:  NTB Pikirkan Manajemen Transportasi Sambut MotoGP 2021

Pemprov NTB dan Tim Dorna akan segera mematangkan pembangunan rumah sakit internasional di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pembangunan rumah sakit khusus tersebut akan mengikuti standar-standar yang ditetapkan Dorna sebagai penyelenggara MotoGP.

Kemenkes akan membangun rumah sakit khusus trauma centre. Tetapi rumah sakit tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat atau wisatawan ketika tidak ada penyelenggaraan MotoGP.

Lahan yang dibutuhkan sekitar 4 hektare. Nurhandini mengatakan anggaran yang disiapkan Kemenkes tergantung detailed engineering design (DED) yang dibuat Pemda. Seluruh persyaratan yang dibutuhkan harus clear sebelum 31 April 2019. (nas)