Lombok Masih Aman dari Rabies

Kadikes NTB, Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Korban gigitan anjing liar di Dompu terus bertambah. Data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB hingga Senin, 4 Februari 2019, warga yang digigit anjing di Dompu sebanyak 496 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak lima orang meninggal karena positif rabies. Melihat semakin banyaknya korban gigitan anjing di Dompu Pulau Sumbawa, saat ini Pulau Lombok dalam status siaga rabies.

‘’Sudah digigit 496 orang. 473 orang sudah kita vaksinasi tahap I, vaksinasi II sebanyak 245 orang. Setiap orang empat dosis diberikan. Jumlah petugas dan keluarga sudah kita vaksinasi juga.  Meninggal menjadi 5 orang,’’ sebut Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A di Mataram, Senin, 4 Februari 2019.

Sejauh ini, Lombok masih aman dari rabies. Meskipun demikian, kata Nurhandini, ada warga di Kota Mataram yang digigit anjing. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, anjing yang menggigit negatif rabies.

Begitu juga di Bima. Nurhandini menjelaskan walaupun ada warga Bima menjadi korban gigitan anjing, namun yang bersangkutan digigit anjing ketika berkunjung ke Dompu. Di Kabupaten Sumbawa juga ada warga yang digigit anjing, tetapi anjingnya tidak rabies.

Dikatakan, setiap anjing yang menggigit, dilakukan eliminasi. Otak anjing tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar. Sebanyak 79 otak anjing telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar. Dari jumlah itu, sebanyak 10 anjing ditemukan positif rabies, 33 anjing negatif rabies.

Sedangkan sisanya masih dilakukan pemeriksaan laboratorium. Termasuk juga otak anjing yang menggigit salah satu warga di Kota Mataran, juga telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar.

Untuk mencegah penyebaran hewan pembawa rabies, lanjut Nurhandini,  hewan pembawa rabies tidak diperbolehkan keluar masuk Pulau Sumbawa. Disebutkan, untuk vaksin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memasok 2.609 vaksin ke NTB. Melihat jumlah korban gigitan anjing yang mencapai 496 orang, Nurhandini mengatakan ketersediaan vaksin mencukupi. Bahkan ada saving sekitar 500 vaksin.

Diungkapkan, kasus gigitan anjing paling banyak ditemukan di Kecamatan Kempo. Bahkan korban meninggal paling banyak ditemukan di sana.

Berdasarkan data Dinas Peternakan, ungkap Nurhandini, total populasi anjing di Dompu mencapai 10.978 ekor. Terdiri dari 5.000 ekor lebih anjingliar dan 4.000 ekor anjing peliharaan. ‘’Makanya sekarang sudah lebih dari 1.000 anjing yang sudah divaksinasi,’’ sebutnya. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.