NTB akan Kirim Tenaga Kesehatan ke Korsel

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi yang dirangkaikan dengan peresmian RS Mata NTB, Jumat, 28 Desember 2018. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah, SE, M. Sc mengungkapkan rencana pengiriman tenaga kesehatan asal NTB untuk belajar sambil bekerja di Korea Selatan (Korsel). Hal tersebut diungkapkan gubernur pada acara peresmian beroperasinya Rumah Sakit Mata NTB di eks RSUP NTB, Jumat, 28 Desember 2018 siang.

 

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, MPH, Direktur RSUP NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS dan Dekan Fakultas Kedokteran Unram berkunjung ke Korsel. ‘’Saya semalam cek kepada Dekan Fakultas Kedokteran Unram tentang rencana mengirimkan tenaga kesehatan kita ke Korea Selatan. Kata beliau, akhir Januari ini yang siap berangkat sekitar 31 orang,’’ sebut gubernur.

 

Doktor Zul mengatakan, tenaga kesehatan yang akan dikirim ke Korsel tersebut harus ditambah. Karena permintaan dari Korsel cukup banyak. Banyak orang lanjut usia di Korsel yang membutuhkan perawat.

 

‘’Yang lanjut usia tidak ada yang merawat, jadi butuh perawat. Bidan yang berasal dari Indonesia lulusan D3 disekolahkan sampai S1. Kemudian mereka akan belajar sambil bekerja dan mungkin ini jadi solusi kelebihan tenaga kesehatan kita mungkin yang ada di sini yang tidak bisa diakomodir sebagai  pegawai negeri,’’ katanya.

 

Dengan belajar sambil bekerja di luar negeri, kata gubernur, mereka akan punya pengalaman internasional. Dengan kemampuan pendidikan yang lebih baik, ia berharap  NTB Gemilang bukan hanya wacana di masa yang akan datang.

 

Terkait dengan kehadiran RS Mata NTB, Gubernur mengharapkan banyak hal atau penderita penglihatan mata bisa dapat pelayanan yang lebih baik di masa yang akan datang.

 

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, MPH mengatakan, setelah 18 tahun menempati gedung di wilayah Cakranegara dan melayani ratusan ribu pasien kelainan mata, Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) dijadikan RS Mata.

 

Hal ini  untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mata masyarakat NTB. Rumah Sakit Mata NTB menempati gedung yang baru di eks RSUP NTB, samping Kantor Gubernur.

 

Eka mengatakan, penderita katarak di NTB cukup tinggi, sekitar 4 persen dari total penduduk di daerah ini. Data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, sebanyak 4.000 penderita katarak yang dioperasi tiap tahun.

 

Ia menyebutkan 70 persen operasi mata yang dilakukan di NTB akibat katarak. Kalaupun tiap hari dilakukan operasi katarak, masih banyak masyarakat NTB yang menderita penyakit tersebut.

 

Tahun depan, RS Mata mendapatkan dukungan anggaran dari APBN sebesar Rp12 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan diperuntukkan melengkapi alat-alat kesehatan di RS Mata.

 

‘’Tahun depan RS Mata dapat  Rp12 miliar, RSJ Rp9 miliar. Karena ambulans sudah ada (bantuan swasta), kita fokus untuk alat operasi. Kita ingin RS Mata jadi rujukan sehingga alatnya kita lengkapi,’’ terangnya.

 

Tahun 2018  sudah dilakukan rehabilitasi gedung lantai I. Rehab gedung akan dilakukan secara bertahap. (nas)