Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Galakkan Program KB untuk Memburu Masa Depan

Berpose bersama dengan kelompok kesenian Gendang Beleq di desa setempat sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi kesenian di daerah ini

Tanjung (Suara NTB) – BKKBN Pusat, BKKBN Perwakilan NTB, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj Ermalena, MHS bersama mitra kerja secara terus – menerus mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam program Keluarga Berencana (KB). Pada Selasa (13/11) lalu, sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra kerja digelar di Dusun Beraringan, Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tak kurang dari 200 orang warga, termasuk para remaja hadir untuk mendengarkan pemaparan dari para narasumber.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj Ermalena, MHS, Direktur Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Eka Sulistya Ediningsih, SH, Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Lalu Makrifuddin, M.Si, Kades Kayangan, Edy Kartono, SE, Sekretaris DP2KBPMD KLU, anggota DPRD KLU, Nasrudin dan lainnya. Acara dibuka oleh Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Lalu Makrifuddin, M.Si.

Dalam pembukaannya, Lalu Makrifuddin mengatakan, ada empat jenis pemuda yang harus diketahui oleh para pemuda. Yang pertama adalah pemuda yang memburu masa depan, kedua pemuda yang tukang protes, ketiga pemuda penonton serta yang terakhir pemuda pecundang. Pemuda pemburu masa depan adalah mereka yang giat belajar, memperhatikan pendidikan guna meraih pekerjaan yang baik untuk selanjutnya menikah setelah berusia dewasa.

“BKKBN mengembangkan program KB untuk memburu masa depan. Salam genre! Saatnya yang muda yang berencana,” katanya yang diikuti oleh ratusan peserta yang hadir. Kata Makrifuddin, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh kaum muda. Yang pertama katakan tidak pada hubungan seks di luar nikah, selanjutnya katakan tidak pada pernikahan usia dini serta katakan tidak pada narkoba.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj Ermalena, MHS mengatakan, ada delapan fungsi keluarga

yang harus diketahui oleh masyarakat, terutama para pemuda. Delapan fungsi keluarga itu adalah fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan.

“Pernikahan itu tidak hanya ijab kabul lalu selesai, namun di sana ada tanggungjawab masing-masing. Karena itulah sangat penting untuk merencanakan masa depan terutama pada remaja. Selesai kuliah kita cari pekerjaan, barulah menikah agar tidak menyulitkan orang tua lagi,” pesan Ermalena. Dalam kesempatan itu, Ermalena banyak berinteraksi dengan para peserta yang terdiri dari para remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak di Dusun Beraringan. Ia mengajak agar orang tua memikirkan pendidikan dan masa depan anak-anaknya agar mereka lebih hebat dari orang tuanya saat ini.

Sementara itu Direktur Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN Pusat, Eka Sulistya Ediningsih mengajak para remaja di Desa Kayangan untuk tidak menikah di usia dini. Selain itu masyarakat diharapkan bisa meningkatkan kualitas keluarga masing-masing sesuai dengan amanat undang-undang. ”Penting bagi setiap keluarga dengan menerapkan delapan fungsi keluarga. Remaja juga harus kuat dengan cara melanjutkan pendidikan yang baik untuk selanjutnya bekerja. Barulah kemudian menikah di usia ideal secara terencana,” katanya. Dia berpesan agar Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja di Desa Kayangan bisa dimanfaatkan oleh pemuda untuk berkonsultasi dan berdiskusi. Dalam kesempatan itu, Hj. Ermalena menyerahkan satu buah laptop dan wireless kepada PIK Remaja Pemuda Bersatu di Desa Kayangan. Diserahkan juga kipas angin untuk membantu kelompok pemuda dalam beraktifitas. Yang tidak kalah serunya adalah undian dari penyelenggara acara kepada masyarakat yang hadir. Bagi peserta yang beruntung, mereka mendapatkan doorprize berupa barang-barang elektronik. (ris/*)