Dikes Kota Mataram Pesimis Realisasi Imunisasi Rubella Capai Target

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, H. Usman Hadi (Suara NTB/lin)

Mataram (Suara NTB) – Hingga saat ini realisasi imunisasi Measless Rubella hanya mencapai 30 persen saja. Sebelumnya Dinas Kesehatan ditargetkan untuk bisa memberikan imunisasi antivirus ini kepada 117 ribu anak. Namun karena banyak yang menolak, Dinas Kesehatan tidak yakin target itu akan tercapai.

“Sekarang baru 30 persen, kalau untuk capai target sampai akhir tahun ini saya tidak yakin. Soalnya banyak sekali yang menolak padahal kita sudah lakukan sosialisasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Senin, 15 Oktober 2018.

Ia mengatakan bahwa masyarakat masih banyak yang menolak imunisasi MR ini. Padahal masing-masing Puskesmas juga sudah melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Harapannya agar warga Kota Mataram terbuka pikirannya untuk mau memberikan imunisasi MR kepada anak-anaknya.

“Di sekolah maupun di rumah itu masih ada penolakan. Meskipun sudah ada peningkatan jumlah yang melakukan imunisasi, tapi masih banyak yang belum. Tentu ini menjadi PR kita,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Mataram akan kembali melakukan imunisasi untuk memberikan vaksin rubella kepada siswa SD dan SMP di Kota Mataram. Sebelumnya program ini sempat terhenti disebabkan banyaknya penolakan. Kemudian program ini tidak berjalan sama sekali akibat gempa. Sehingga siswa diliburkan dan program ini tidak bisa dilanjutkan.

“Kalau sudah masuk sekolah, kita gencarkan lagi imunisasi ini. Sekali lagi, ini tidak ada paksaan. Kita akan imunisasi bagi yang mau saja,” ujarnya.

Kendati tak dipaksa, namun ia berharap ada kesadaran dan keinginan dari warga Kota Mataram untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Sebab penyakit ini sangat berbahaya apabila terjangkit pada anak-anak maupun orang dewasa.

Infeksi Rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Berupa ketulian, gangguan penglihatan bahkan kebutaan, hingga kelainan jantung, bahkan otaknya bisa mengecil.

Sementara itu, Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan dengan gejala yang tidak spesifik (tidak jelas) dan juga mudah menular. Hal yang menjadi perhatian bidang kesehatan adalah efek teratogenik apabila virus Rubella menginfeksi anak yang berada dekat dengan wanita hamil, dan menularkan virus tersebut terutama pada masa awal kehamilan (pembentukan janin). (lin)