Tertimpa Bangunan Roboh, Sejumlah Balita Dilarikan ke RSUDP NTB

0
86

Mataram (Suara NTB) – Arfino, balita berusia lima bulan ini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Ia terlepas dari gendongan ibunya, Ririn saat menyelamatkan diri pada saat gempa Kamis, 9 Agustus 2018 siang. Ia tersandung pada reruntuhan rumahnya di Kekalik, Mataram.

“Saya kan gendong anak saya, pas kejadian gempa itu anak saya sedang tidur. Saya langsung angkat, tapi saya tersandung, terus anak saya mengalami luka di bagian kepala. Saya juga badan saya luka-luka kena reruntuhan,” kata Ririn, di RSUDP NTB, Kamis, 9 Agustus 2018.

Saat berita ini ditulis, Ririn tengah menunggu hasil CT Scan (pemindai kesehatan) anaknya. Ia bersama beberapa pasien korban gempa lainnya langsung mendapatkan perawatan saat tiba di RSUDP NTB pascagempa.

“Awalnya saya lihat seperti tidak apa-apa. Setelah saya cek kepalanya ternyata ada benjolan, jadi saya langsung bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Narendra (4) yang tertimpa pilar rumah orang tuanya. Saat kejadian ia sedang tertidur, kemudian orang tuanya berusaha untuk menyelamatkan anaknya yang sedang berada di dalam rumah. Nahas, Narendra terkena pilar rumahnya saat hendak menyelamatkan diri bersama orang tuanya.

“Saat kejadian, dia sedang tidur di rumahanya. Kemudian bapaknya masuk untuk selamatkan Narendra, pas baru digendong, Narendra terjatuh kemudian berlari dan terkena tiang penyangga rumah,” kata salah satu keluarga Narendra, Nengah Yoga.

Narendra mendapatkan pertolongan pertama di Instalasi Gawat Darurat RSUDP NTB. Kondisinya cukup parah sehingga terdapat banyak tim medis yang berusaha untuk memberikan pertolongan pertama. Sementara orang tua Narendra terlihat pucat dan lemas melihat putra kesayangannya penuh darah.

“Bapaknya masih shock, masih kaget lihat anaknya. Karena anaknya juga ketimpa pilar itu di depan matanya sendiri. Jadi masih sangat kaget,” ujarnya.

Beberapa pasien korban gempa lainnya juga berdatangan. Sebagian dari Kota Mataram, sebagian lagi dari Lombok Barat. Sementara hingga berita ini ditulis, telah ada 275 pasien korban gempa yang dirawat di RSUDP NTB.

“Data sementara seperti itu, beberapa sedang mendapatkan perawatan di IGD. Sementara pasien-pasien juga dirawat di luar gedung, karena masih banyak yang trauma,” kata Humas RSUDP NTB Solikin, SKM. Pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada semua pasien. Baik korban gempa maupun pasien yang memang sudah dirawat dari sebelum terjadinya gempa.

Sebelumnya, telah ada Ahli Konstruksi Bangunan dari Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra mengatakan bahwa bangunan RSUDP NTB masih aman untuk digunakan. Sebab tidak ada kerusakan yang berat akibat gempa yang menggunjang Lombok beberapa hari terakhir. (lin)