Tingkatkan Kualitas Layanan, RSUD Dompu Bangun Kerjasama dan Magangkan Tenaga Kesehatan

Dompu

Tingkatkan Kualitas Layanan, RSUD Dompu Bangun Kerjasama dan Magangkan Tenaga Kesehatan

Dompu (Suara NTB) – Rumah Sakit (RS) sebagai pusat rujukan layanan kesehatan sangat bergantung dari keberadaan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan medis yang memadai. RSUD Dompu sebagai pusat rujukan di Dompu terus berbenah dan meningkatkan kualitas SDM petugasnya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pasiennya.

Standarisasi tenaga medis dan para medis yang berpraktik di RSUD Dompu untuk menjamin kualitas layanan bagi pasien akan terus dilakukan pihak manajemen. Pada 2018 – 2019 ini, dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak hanya harus memiliki sertifikat ijin praktik sebagai dokter. Tapi mereka juga diharuskan memiliki sertifikat Advanced Trauma Life Spot (ATLS).

“Dokter yang bertugas di IGD, harus memiliki sertifikat ATLS. Bagi mereka yang sertifikatnya sudah berakhir, kita akan fasilitasi agar bisa diperpanjang ATLS,” jelas diruktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin kepada Suara NTB beberapa waktu lalu.

Sertifikat ATLS diperoleh dari program pelatihan bagi tenaga medis dalam pengelolaan kasus trauma akut, yang dikembangkan oleh American College of Surgeons. Program serupa ada untuk penyedia layanan yang lebih rendah seperti paramedis.

RSUD Dompu juga mendorong pemberian pelatihan ponek bagi dokter opjin (spesialis kandungan), spesialis anak, dokter umum, bidan, dan perat. Pelatihan ponek untuk memberikan pelayanan obstetri Neonatal Emergency Komprehensif dan manajemen laktasi. Begitu juga dengan mereka yang ditugaskan di ruang ICU. Mereka dikirim magang di Jakarta.

Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin.

“Petugas yang dikirim mengikuti workshop atau pelatihan diharuskan membagi pengalaman dan ilmunya kepada rekan – rekannya satu ruangan,” ungkap dr. H. Syafruddin.

H. Syafruddin menegaskan komitmen pihaknya untuk menghadirkan pelayanan medis yang ada di Kota Mataram berada di Dompu. Sehingga pasien yang seharusnya dirujuk ke Mataram bisa ditangani langsung di RSUD Dompu karena tenaganya sudah siap dan terlatih, serta peralatannya memadai.

“Komitmen kita, berusaha meningkatkan pelayanan di (RS) Mataram berada di Dompu,  sehingga mengurangi beban pengeluaran (pasien),” katanya.

Komitmen ini, lanjut dr. H. Syafruddin membuat pihaknya ingin segera mewujudkan beberapa spesialisasi dan peralatan medis di RSUD Dompu. Seperti untuk dokter spesialis mata, pihak RSUD Dompu telah menandatangani kontrak dengan Kedokteran Udaya. Spesialis matanya akan ditugaskan ke Dompu sebelum menyelesaikan studi.

“Rencananya, setiap spesialis mata akan roling setiap 6 bulan. Kalau sudah ada spesialis mata, nanti kita akan buka setiap hari poli matanya,” ungkapnya.

Selama ini, layanan spesialis mata bekerjasama dengan RSUD Bima. Dokter mata yang bertugas di RSUD Bima akan melakukan praktik kunjungan ke RSUD Dompu. Tentunya tidak akan bisa setiap hari dan selama ini kunjungannya setiap hari Jumat. “Ketika dokternya tidak ada, tidak ada juga pelayanan,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tahun 2019 mendatang RSUD Dompu akan memulai praktik alat Hemodialisa (cuci darah) bekerjasama dengan PT Mendjangan Jakarta. September 2018 ini, penyiapan SDM dari RSUD Dompu akan dilakukan. Karena PT Mendjangan Jakarta hanya menyiapkan alat, tenaganya dari RSUD.

Ini semua dilakukan pihak rumah sakit untuk mendekatkan pelayanan bagi masyarakat Dompu. Terlebih sudah banyak pasien dari Dompu yang diharuskan melakukan cuci darah. Kendati pelayanan cuci darah gratis bagi pasien BPJS Kesehatan, tapi pasien akan menanggung biaya hidup dan transportasi yang cukup besar. (ula/*)