Penyakit Diabetes

Ali BD : Bukan Sihir “Lomak Lompe Kedebong Embus”

Selong (Suara NTB) – Penyakit diabetes dikenal menjadi salah satu penyakit berbahaya dan paling mematikan di Asia, termasuk Indonesia. Kemunculan jenis penyakit ini menurut Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Moch Ali Bin Dachlan bukanlah penyakit hasil sihir, lomak lompe kedebong embus seperti yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

“Jangan sedikit-sedikit itu karena sihir, karena pelet. Itu semua zaman jahiliyah,” ungkap Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dalam acara seminar tentang penyakit diabetes di Selong, Rabu, 30 November 2016.

Menjadi tugas dari petugas kesehatan untuk mencerdaskan masyarakat. Apalagi masih ada sejumlah warga yang percaya dengan jenis penyakit yang dideritanya, karena praktik sihir dan semacamnya itu dinilai tidak lagi berlaku zaman sekarang. “Itu zaman halal lepang,” tegasnya.

Penduduk yang besar dan tidak sehat, ujarnya, menjadi masalah yang sangat kompleks. Lahirnya program jaminan sosial (BPJS) Kesehatan selaku penyelenggara program asuransi kesehatan bangsa Indonesia dinilai bupati cukup bagus. Secara ekonomis, katanya apa yang dilaksanakan BPJS sudah sangat benar.

Baca juga:  Komunikasi dan Keluarga ‘’Samawa’’, Obat Depresi yang Ampuh

Negara-negara yang maju, mencoba mengurangi anggaran belanja dengan mengurangi resiko penyakit. “Kalau Indonesia sehat dan kuat, kan tidak perlu keluarkan uang untuk biaya pengobatan,” katanya.

Sekali operasi kanker

misalnya, butuh biaya yang sangat besar. Seperti upaya yang dilakukan di Amerika juga mencoba menaikkan cukai rokok setinggi-tingginya agar bisa mengurangi jumlah penduduknya yang menderita sakit.

Lebih lanjut soal penyakit diabetes, kata Ali BD, sebenarnya merupakan masalah yang sangat sederhana. Diabetes terjadi, karena kelebihan kadar gula pada tubuh. Hal ini terjadi tentu akibat dari ada bagian tubuh yang tidak berfungsi secara maksimal untuk mengolah gula menjadi energi glukosa yang berguna untuk tubuh.

Baca juga:  Komunikasi dan Keluarga ‘’Samawa’’, Obat Depresi yang Ampuh

Saat ini, sejumlah perusahaan makanan telah membuat produk-produk makanan dengan kadar gula rendah. Ada kesadaran baru di tengah masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap gula. Produk makanan dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi, diyakini tidak akan laku di pasaran.

Direktur Rumah Sakit Dr. R. Soedjono Selong dr. Karsito menjelaskan, ciri-ciri awal penderita diabetes antara lain terlalu mudah lapar, ngantuk, kesemutan dan luka tidak sembuh-sembuh.

Komplikasi penyakit diabetes ini terjadi karena kadar gula darah yang tidak terkendali, sehingga kontrol, terhadap gula darah ini diingatkan haru ketat. Karena jika tidak dikontrol, maka bisa menimbulkan penyakit stroke, pandangan mata menjadi kabur. Juga bisa terjadi gangguan mental. (rus)