Dikes NTB Ingatkan Ancaman Baru dari Virus Zika

Mataram (suarantb.com) – Memasuki musim hujan, Pemprov NTB harus siaga menghadapi wabah tahunan Demam Berdarah Dengue alias DBD. Selain perang melawan DBD, virus Zika juga akan menjadi ancaman baru yang harus dihadapi pemerintah bersama masyarakat.

Menghadapi berbagai ancaman itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi yang baru dilantik mengajak masyarakat untuk kembali mengamalkan gerakan 3M (Menutup, Menguras dan Mengubur) tempat penampungan air.

Demikian pernyataannya pada suarantb.com usai pelantikan di Ruang Rapat Umum Kantor Gubernur NTB, Senin, 10 Oktober 2016.

“Kalau ingin ampuh mencegah demam berdarah (DBD) kita harus kembali ke 3M. Fogging bukan solusi DBD, karena hanya membasmi nyamuk dewasa,” jelasnya.

Menurut Eka, setelah dilakukan pengasapan atau fogging nyamuk kembali ada karena jentik nyamuk tidak ikut terbunuh. Oleh karena itu, langkah tepat untuk basmi nyamuk Aedes Aegypti dengan jurus 3M.

“Makanya sekarang kita ingin mengajak masyarakat untuk sadar, kalau pencegahan DBD itu lebih baik dari mengobati. Dengan melakukan gerakan 3M plus,” ujarnya.

Eka juga mengingatkan perang melawan Aedes Aegypti bukan saja untuk melawan DBD. Tetapi juga untuk mencegah masuknya virus zika ke NTB.

“Ingat ada zika di depan kita, bukan DBD. Nyamuknya sama, kita tidak hanya perang melawan DBD tapi juga mencegah zika. Negara tetangga Singapura, Thailand sudah kena, kita harus waspada,” pesannya.

Selain pencegahan DBD, Eka berencana menyiapkan program ntuk mengurangi jumlah kematian ibu dan anak di NTB. Walaupun angka kematian ibu dan anak di NTB sudah di bawah angka nasional, yakni dibawah 200 kasus per tahun. “Kita ingin supaya bagaimana caranya ibu hamil itu kontrol kehamilan 4 kali selama periode kehamilan. Kalau masalah bidan, hampir di semua desa sekarang sudah ada bidan,” jelas Eka. Langkah yang harus ditempuh Dikes sekarang adalah meningkatkan kompetensi para bidan tersebut sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (ros)